Kantongi Sertifikat Halal, Ta Wan dan Dapur Solo Siap Lebarkan Sayap!

0

JAKARTA (Suara Karya): Jaringan restoran casual dining, Eatwell Culinary Indonesia yang menaungi tiga brand ternama di Tanah Air yaitu Ta Wan, Dapur Solo dan Ichiban Sushi siap melebarkan sayap bisnisnya. Ditargetkan pada 2023 dibangun 25 cabang baru.

Target tersebut tak berlebihan, mengingat dua restonya yaitu Ta Wan dan Dapur Solo telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sedangkan Ichiban Sushi saat ini masih dalam proses pengajuan.

“Status halal ini penting, terutama bagi Ta Wan yang menyajikan menu-menu Chinese. Sekarang, pelanggan jadi lebih yakin dengan kehalalan makanan di Ta Wan,” kata CEO Eatwell Culinary Indonesia, Fransiscus Sumampow di sela pemasangan logo halal outletnya yang ada di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/22).

Frans menjelaskan, pengajuan sertifikat terbilang tak sulit namun prosesnya sangat detail. Sehingga butuh waktu yang lama, mulai dari proses hingga keluarnya sertifikat halal.

“Pengujian kehalalan dimulai dari penggunaan bahan baku, proses pengolahan hingga cara penyajian. Semua harus memenuhi parameter yang sudah ditentukan tim penguji,” tuturnya.

Model pengujian semacam itu, menurut Frans, akan memberi jaminan dan menjaga keamanan serta kehigienisan makanan yang disajikan kepada konsumen. “Awalnya kita berpikir sulit, tapi semua bisa dilewati,” ujarnya.

Saat ini Ta Wan memiliki 91 outlet yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Tahun depan Ta Wan berencana melebarkan sayap ke beberapa kota-kota lain yang tentunya akan semakin memperkuat posisi Ta Wan sebagai restoran Chinese Indonesia dengan jumlah outlet terbanyak.

Seperti halnya Ta Wan, Dapur Solo juga dapat sertifikat halal dengan predikat A. Resto dengan sajian aneka masakan khas Jawa akan mempertegas keberadaannya sebagai restoran yang aman untuk dikonsumsi segala kalangan.

Dapur Solo memiliki 37 outlet yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Resto tersebut terus melakukan inovasi dengan menghadirkan menu-menu kopi untuk menemani waktu santai pengunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Jaminan Produk Halal, Harjo Suwito meminta pada pemilik usaha bersertifikat halal untuk tetap mempertahakan kualitas dan bahan bakunya agar terjaga kehalalannya.

“Mendapat sertifikat halal itu sama seperti beribadah. Pelaku usaha yang sudah dapat sertifikat halal ada dua kewajiban, pertama mempertahankan kehalalannya dan komitmen dal menggunakan bahan baku halal,” tutur Harjo.

Sertifikat Halal itu diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan mendapat penetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Tri Wahyuni)