Kapal Perang Dikerahkan Cari Korban KM Lestari Maju di Selayar

0
KRI Madidihang-855 dikerahkan untuk mencari korban KM Lestari Maju. (Foto: Dok. Lantamal VI/Makassar TNI AL)

JAKARTA (Suara Karya): Pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Kapal perang ikut dikerahkan oleh Lantamal VI/Makassar TNI AL.

Tim SAR Lantamal VI yang dikerahkan terdiri dari KRI Madidihang-855 (bantuan dari Koarmada II), KAL Suluh Pari I.6-60 dan Sea Rider, serta dua tim Marinir. Tim SAR berangkat dari Dermaga Layang Mako Lantamal VI.

“Setelah menerima informasi dari pemerintahan setempat tentang adanya kejadian kecelakaan tenggelamnya KMP Lestari Maju di sekitar wilayah perairan Kabupaten Selayar, Sulsel, kami sesegera mungkin mengirimkan beberapa unsur di jajaran Lantamal VI,” kata Danlantamal VI Laksma Dwi Sulaksono dalam keterangannya, Selasa (3/7).

Kapal perang KRI Madidihang-855 sendiri sebenarnya sedang melaksanakan pengamanan VVIP. Sementara itu, KRI Layang-805 sedang berada di perairan Kabupaten Barru.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama tim dari SAR setempat untuk menemukan para penumpang yang menjadi korban tenggelamnya kapal penumpang ini. Jadi kepada seluruh keluarga korban agar tetap bersabar dan berdoa agar upaya yang dilakukan memperoleh hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, KM Lestari Maju tujuan Pamatata, yang dinakhodai Agus Susanto, membawa 139 penumpang. Nakhoda mengandaskan kapal sekitar 300 meter dari Pantai Pa’badilang.

“Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan kapal kemasukan air karena cuaca buruk dan oleh nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya,” ujar Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo, Selasa (3/7).

Polisi menyebut 12 penumpang KM Lestari Maju, yang kandas di Selayar, Sulsel, meninggal dunia. Korban diduga tidak menggunakan life jacket.

“Update terbaru saat ini ada sebanyak 12 orang penumpang kapal dinyatakan meninggal dunia. Satu di antaranya merupakan seorang bayi,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani kepada wartawan, Selasa (3/7). (Asong)