Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

0
Kapolri, Jenderal (Pol) Tito Karnavian

JAKARTA (Suara Karya): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ikut menghadiri acara Haul ke-50 Guru Tua, di Kompleks Pesantren Alkhairaat, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (30/6).

Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak seluruh warga untuk menyatukan tekad merawat persatuan bangsa, menjaga stabilitas politik keamanan demi kelancaran pembangunan nasional.

“Saya selaku pimpinan Polri, mengajak semua menyatukan tekad merawat persatuan bangsa, menjaga stabilitas politik keamanan demi kelancaran pembangunan nasional. Karena, hanya dengan situasi aman dan damai, maka Indonesia bisa membangun. Tanpa itu, Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera,” ujar Kapolri.

Karena itu, pihaknya siap bekerja sama dengan seluruh jajaran Alkhairaat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga persatuan bangsa.

Bagi Polri, Alkhairaat merupakan salah satu lembaga dakwah dan pendidikan yang menggalang persatuan sejak era penjajahan di Indonesia timur.

Hal itu tercermin jelas dari perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau dikenal sebagai Guru Tua, pendiri organisasi Alkhairaat pada 1930 di Palu.

Guru Tua merupakan tokoh pejuang di Provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang pendidikan agama Islam.

Dia juga dikenal sebagai pendiri lembaga pendidikan Islam Alkhairaat di Kota Palu pada 1930. Semasa hidupnya, Guru Tua ikut menentang penjajahan di Indonesia.

Sebagai bentuk perlawanan, Guru Tua mengajarkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan di wilayah timur Indonesia. Bagi Kapolri, Guru Tua menyadari pentingnya pendidikan bagi rakyat Indonesia yang terjajah saat itu.

Sebab dengan pendidikan, rakyat menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan untuk menentang penjajahan.

“Keimanan dan ketakwaan kepada Allah disertai dengan penguasaan pengetahuan yang baik merupakan kunci bagi sebuah bangsa untuk meraih kemerdekaan dan kemakmuran,” kata Kapolri.

Dalam penyebarluasan pendidikan ilmu pengetahuan, Guru Tua juga tidak memandang ras, suku, agama yang ada. Hal ini dinilai bukti bahwa Guru Tua menyadari keberagaman masyarakat Indonesia.

Bagi Kapolri, Guru Tua memberikan contoh teladan tentang perjuangan mencintai bangsa Indoensia yang kaya akan keberagaman. (Gan)