Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Kini Total 790 Meninggal 58

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 25 Maret 2020, pasien positif corona dilaporkan mencapai 790 orang. Dari jumlah itu, 31 orang sembuh dan 58 orang meninggal dunia.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 104 orang dibanding kemarin. Kasus terbanyak masih tetap di DKI Jakarta sebanyak 463 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (25/3/20).

Tentang 686 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini penderitanya telah menyebar hingga 23 provinsi. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 463 kasus, Banten naik menjadi 67 kasus, Bali naik jadi 9, Yogyakarta menjadi 17 kasus, Jawa Barat naik menjadi 73 kasus, Jawa Tengah 38 dan Jawa Timur menjadi 51.

Selain itu, lanjut Yuri, Sumatera Utara 7 kasus, Provinsi Riau 1, Kepulauan Riau 5, Lampung 1, Jambi 1, Kalimantan Barat 3, Kalimantan Timur tetap 11, Kalimantan Tengah 3, Kalimantan Selatan 2, Sulawesi Utara 1, Sulawesi Tenggara 3, Sulawesi Selatan 13, Maluku Utara 1, Maluku 1, Papua 3 dan Nusa Tenggara Barat 2.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan 3 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 58 orang. Sedangkan pasien yang sembuh secara keseluruhan bertambah satu menjadi 30 orang.

Korban meninggal, disebutkan, tersebar di DKI Jakarta, Jateng, serta Bali, Banten, Jabar, Jatim dan Sumatera Utara. Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Ada satu pasien berusia 37 tahun.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri mengakui, jumlah korban meninggal terdampak covid-19 terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin. “Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri berharap kedepan makin banyak pasien positif covid-19 membaik kesehatannya. Saat ini sudah ada 30 orang yang dinyatakan sembuh dari corona, setelah menjalani dua kali tes.

Ia juga meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik menghadapi kasus covid-19 yang jumlahnya terus bertambah setiap hari. Dan yang tak kalah penting adalah menaati protokol pencegahan penularan covid-19 yang ditetapkan pemerintah serta menerapkan gaya hidup sehat agar tubuh tak mudah terjangkit covid-19. (Tri Wahyuni)