Kasus Covid-19 di Indonesia per 10 Mei: Total 14.032 Meninggal 973

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/.net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 10 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 14.032 orang. Dari jumlah itu, 2.698 pasien dinyatakan sembuh dan 973 orang meninggal.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 4.038.747 kasus. Berarti ada penambahan 86.842 kasus baru dibanding sebelumnya.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 1.843 kasus, sehingga total menjadi 248.690 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 627 dari data sebelumnya, sehingga total 30.317 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 387 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 5.190 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (10/5/20).

Tentang 14.032 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 5.190 kasus, Banten menjadi 533, Yogyakarta menjadi 153 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.437 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 978 kasus, Jawa Timur menjadi 1.502, Bali menjadi 311 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 330 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 12 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 17 kasus, Sumatera Utara menjadi 179 kasus, Provinsi Riau menjadi 73 kasus, Kepulauan Riau 101 kasus, Sumatera Barat menjadi 299, Jambi 64 kasus, Bengkulu 37 kasus, Sumatera Selatan menjadi 278 kasus, Lampung 66 kasus dan bangka-belitung menjadi 29 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 131 kasus, Kalimantan Timur menjadi 218, Kalimantan Barat menjadi 120, Kalimantan Tengah 193, Kalimantan Selatan menjadi 263 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 71, Gorontalo 19, Sulawesi Selatan menjadi 722, Sulawesi Tengah ada 83 kasus, Sulawesi Barat 62 kasus, Sulawesi Tenggara 76, Maluku Utara 54, Maluku 32, Papua Barat menjadi 70 kasus dan Papua menjadi 308 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 14 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 973 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 91 hingga total menjadi 2.698 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 2.698 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)