Kasus Covid-19 di Indonesia per 13 Mei: Total 15.438 Meninggal 1.028

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 13 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 15.438 orang. Dari jumlah itu, 3.287 pasien dinyatakan sembuh dan 1.028 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 4.262.799 kasus. Berarti ada penambahan 84.453 kasus baru dibanding kemarin.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 4.438 kasus, sehingga total menjadi 256.299 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 895 dari data sebelumnya, sehingga total 33.042 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 689 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 5.554 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (13/5/20).

Tentang 15.438 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 5.554 kasus, Banten menjadi 580, Yogyakarta menjadi 181 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.556 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.023 kasus, Jawa Timur menjadi 1.772 Bali menjadi 332 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 344 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 19 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 17 kasus, Sumatera Utara menjadi 200 kasus, Provinsi Riau menjadi 88 kasus, Kepulauan Riau 111 kasus, Sumatera Barat menjadi 339, Jambi 65 kasus, Bengkulu 40 kasus, Sumatera Selatan menjadi 322 kasus, Lampung 66 kasus dan bangka-belitung menjadi 29 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 138 kasus, Kalimantan Timur menjadi 230, Kalimantan Barat menjadi 129, Kalimantan Tengah 220, Kalimantan Selatan menjadi 291 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 84, Gorontalo 19, Sulawesi Selatan menjadi 803, Sulawesi Tengah ada 101 kasus, Sulawesi Barat 73 kasus, Sulawesi Tenggara 167, Maluku Utara 78, Maluku 50, Papua Barat menjadi 70 kasus dan Papua menjadi 328 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 21 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.028 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 224 hingga total menjadi 3.287 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 3.287 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)