Kasus Covid-19 di Indonesia per 14 Mei: Total 16.006 Meninggal 1.043

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 14 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 16.006 orang. Dari jumlah itu, 3.518 pasien dinyatakan sembuh dan 1.043 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 4.350.026 kasus. Berarti ada penambahan 87.227 kasus baru dibanding kemarin.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 2.340 kasus, sehingga total menjadi 258.649 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 630 dari data sebelumnya, sehingga total 33.672 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 568 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 5.688 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (14/5/20).

Tentang 16.006 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 5.688 kasus, Banten menjadi 593, Yogyakarta menjadi 185 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.565 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.066 kasus, Jawa Timur menjadi 1.863 Bali menjadi 337 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 350 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 19 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 17 kasus, Sumatera Utara menjadi 202 kasus, Provinsi Riau menjadi 94 kasus, Kepulauan Riau 111 kasus, Sumatera Barat menjadi 371, Jambi 66 kasus, Bengkulu 42 kasus, Sumatera Selatan menjadi 441 kasus, Lampung 66 kasus dan bangka-belitung menjadi 29 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 138 kasus, Kalimantan Timur menjadi 238, Kalimantan Barat menjadi 129, Kalimantan Tengah 223, Kalimantan Selatan menjadi 294 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 83, Gorontalo 21, Sulawesi Selatan menjadi 840, Sulawesi Tengah ada 111 kasus, Sulawesi Barat 74 kasus, Sulawesi Tenggara 166, Maluku Utara 81, Maluku 62, Papua Barat menjadi 88 kasus dan Papua menjadi 332 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 15 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.043 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 231 hingga total menjadi 3.518 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 3.518 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)