Kasus Covid-19 di Indonesia per 16 Mei: Total 17.025 Meninggal 1.089

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 16 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 17.025 orang. Dari jumlah itu, 3.911 pasien dinyatakan sembuh dan 1.089 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 4.543.975 kasus. Berarti ada penambahan 99.305 kasus dibanding sebelumnya.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 7.530 kasus, sehingga total menjadi 269.449 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 709 dari data sebelumnya, sehingga total 35.069 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 529 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 5.881 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (16/5/20).

Tentang 17.025 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 5.881 kasus, Banten menjadi 626, Yogyakarta menjadi 194 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.618 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.140 kasus, Jawa Timur menjadi 2.105 Bali menjadi 346 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 365 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 47 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 18 kasus, Sumatera Utara menjadi 202 kasus, Provinsi Riau menjadi 95 kasus, Kepulauan Riau 116 kasus, Sumatera Barat menjadi 396, Jambi 79 kasus, Bengkulu 56 kasus, Sumatera Selatan menjadi 458 kasus, Lampung 66 kasus dan bangka-belitung menjadi 29 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 153 kasus, Kalimantan Timur menjadi 253, Kalimantan Barat menjadi 131, Kalimantan Tengah 227, Kalimantan Selatan menjadi 370 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 114, Gorontalo 23, Sulawesi Selatan menjadi 917, Sulawesi Tengah ada 113 kasus, Sulawesi Barat 75 kasus, Sulawesi Tenggara 189, Maluku Utara 88, Maluku 62, Papua Barat menjadi 102 kasus dan Papua menjadi 350 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 13 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.089 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 108 hingga total menjadi 3.911 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 3.911 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)