Kasus Covid-19 di Indonesia per 2 Juni: Total 27.549 Meninggal 1.663

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/.net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 2 Juni, tercatat ada 27.549 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 609 kasus. Dari jumlah itu, ada 7.935 pasien dinyatakan sembuh dan 1.663 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.274.136 kasus. Berarti ada penambahan 101.688 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan lagi sebanyak 335 kasus, dari sebelumnya 48.358 menjadi 48.023 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru terjadi peningkatan sebesar 93 kasus, dari 13.120 menjadi 13.213 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 609 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.541 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (2/6/20).

Tentang 27.549 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.541 kasus, Banten menjadi 883 kasus, Yogyakarta menjadi 337 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.314 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.432 kasus, Jawa Timur menjadi 5.135 kasus, Bali menjadi 487 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 670 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 418 kasus, Provinsi Riau menjadi 117 kasus, Kepulauan Riau 209 kasus, Sumatera Barat menjadi 574, Jambi 97 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.019 kasus, Lampung 136 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 50 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 165 kasus, Kalimantan Timur menjadi 298, Kalimantan Barat menjadi 196 kasus, Kalimantan Tengah 428, Kalimantan Selatan menjadi 969 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 354, Gorontalo 108, Sulawesi Selatan menjadi 1.630, Sulawesi Tengah ada 128 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 244, Maluku Utara 174, Maluku 223, Papua Barat menjadi 172 kasus dan Papua menjadi 819 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 22 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.663 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 298 hingga total menjadi 7.935 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 7.935 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)