Kasus Covid-19 di Indonesia per 20 Mei: Angka ODP dan PDP Turun Lagi

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 20 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 19.189 orang. Dari jumlah itu, 4.575 pasien dinyatakan sembuh dan 1.243 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 4.901.773 kasus. Berarti ada penambahan 95.477 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan kasus lagi, setelah sebelumnya naik sedikit. Total ODP saat ini berjumlah 44.073 kasus, itu artinya turun 597 kasus dibanding kemarin. Penurunan serupa juga terjadi pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dari 11.891 menjadi 11.705 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih cukup banyak, mencapai 693 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 6.236 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (20/5/20).

Tentang 19.189 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 6.236 kasus, Banten menjadi 699, Yogyakarta menjadi 209 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.876 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.192 kasus, Jawa Timur menjadi 2.496 Bali menjadi 371 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 393 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 76 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 18 kasus, Sumatera Utara menjadi 250 kasus, Provinsi Riau menjadi 107 kasus, Kepulauan Riau 140 kasus, Sumatera Barat menjadi 428, Jambi 89 kasus, Bengkulu 67 kasus, Sumatera Selatan menjadi 646 kasus, Lampung 85 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 35 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 160 kasus, Kalimantan Timur menjadi 264, Kalimantan Barat menjadi 132, Kalimantan Tengah 241, Kalimantan Selatan menjadi 547 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 152, Gorontalo 28, Sulawesi Selatan menjadi 1.101 Sulawesi Tengah ada 115 kasus, Sulawesi Barat 78 kasus, Sulawesi Tenggara 202, Maluku Utara 96, Maluku 124, Papua Barat menjadi 106 kasus dan Papua menjadi 409 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 22 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.243 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 108 hingga total menjadi 4.575 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 4.575 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)