Kasus Covid-19 di Indonesia per 21 Mei: Terjadi Lonjakan Pasien Positif

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 21 Mei 2020 terjadi lonjakan pasien positif corona yang mencapai 973 orang. Dari sebelumnya 19.189 menjadi 20.162 orang. Dari jumlah itu, 4.838 pasien dinyatakan sembuh dan 1.278 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 5.001.494 kasus. Berarti ada penambahan 99.721 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan kasus lagi, meski sebelumnya sempat turun sedikit. Total ODP saat ini berjumlah 50.187 dari sebelumnya 44.073 kasus. Itu artinya naik 5.484 kasus. Kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) malah turun dari 11.705 menjadi 11.066 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan terbesar, mencapai 974 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 6.301 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (21/5/20).

Tentang 20.162 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 6.301 kasus, Banten menjadi 753, Yogyakarta menjadi 215 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.962 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.217 kasus, Jawa Timur menjadi 2.998 Bali menjadi 374 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 410 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 79 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 18 kasus, Sumatera Utara menjadi 273 kasus, Provinsi Riau menjadi 108 kasus, Kepulauan Riau 140 kasus, Sumatera Barat menjadi 436, Jambi 89 kasus, Bengkulu 69 kasus, Sumatera Selatan menjadi 674 kasus, Lampung 101 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 36 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 162 kasus, Kalimantan Timur menjadi 266, Kalimantan Barat menjadi 133 kasus, Kalimantan Tengah 254, Kalimantan Selatan menjadi 557 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 188, Gorontalo 44, Sulawesi Selatan menjadi 1.135, Sulawesi Tengah ada 117 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Sulawesi Tenggara 202, Maluku Utara 97, Maluku 135, Papua Barat menjadi 110 kasus dan Papua menjadi 410 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 36 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.278 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 263 hingga total menjadi 4.838 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 4.838 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)