Kasus Covid-19 di Indonesia per 24 Mei: Total 22.271 Meninggal 1372

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 24 Mei 2020 kenaikan pasien positif corona hingga 526 orang menjadi 22.271 orang. Dari jumlah itu, 5.402 pasien dinyatakan sembuh dan 1.372 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 5.314.625 kasus. Berarti ada penambahan 99.472 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan kasus lagi, meski sebelumnya naik sedikit. Total ODP saat ini berjumlah 42.551 dari sebelumya 49.958 kasus. Itu artinya turun 7.407 kasus. Kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) hari ini kembali turun dari 11.495 menjadi 11.389 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 526 orang dibanding kemarin. Kasus terbanyak di DKI Jakarta 6.634 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (24/5/20).

Tentang 22.271 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 6.634 kasus, Banten menjadi 789, Yogyakarta menjadi 226 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.091 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.309 kasus, Jawa Timur menjadi 3.663 Bali menjadi 394 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 478 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 79 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 19 kasus, Sumatera Utara menjadi 311 kasus, Provinsi Riau menjadi 111 kasus, Kepulauan Riau 154 kasus, Sumatera Barat menjadi 478, Jambi 95 kasus, Bengkulu 69 kasus, Sumatera Selatan menjadi 756 kasus, Lampung 109 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 39 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 164 kasus, Kalimantan Timur menjadi 276, Kalimantan Barat menjadi 168 kasus, Kalimantan Tengah 308, Kalimantan Selatan menjadi 599 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 230, Gorontalo 58, Sulawesi Selatan menjadi 1.296, Sulawesi Tengah ada 121 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Sulawesi Tenggara 215, Maluku Utara 100, Maluku 159, Papua Barat menjadi 130 kasus dan Papua menjadi 556 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 21 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.372 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 153 hingga total menjadi 5.402 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 5.402 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)