Kasus Covid-19 di Indonesia per 26 Mei: Total 23.165 Meninggal 1418

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 26 Mei 2020 kenaikan pasien positif corona hingga 415 orang menjadi 23.165 orang. Dari jumlah itu, 5.877 pasien dinyatakan sembuh dan 1.418 orang meninggal dunia.

Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 5.508.904 kasus. Berarti hari ini ada penambahan 97.406 kasus dibanding kemarin.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan kasus secara signifikan, dari 49.361 kasus menjadi 65.748 kasus atau bertambah 6.387 kasus. Kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) hari ini mengalami penurunan 80 kasus dari menjadi 12.342 kasus menjadi 12.022 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 415 kasus dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 6.798 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (26/5/20).

Tentang 23.165 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 6.798 kasus, Banten menjadi 807, Yogyakarta menjadi 226 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.130 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.315 kasus, Jawa Timur menjadi 3.943 kasus, Bali menjadi 407 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 488 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 85 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 19 kasus, Sumatera Utara menjadi 315 kasus, Provinsi Riau menjadi 111 kasus, Kepulauan Riau 154 kasus, Sumatera Barat menjadi 513, Jambi 97 kasus, Bengkulu 69 kasus, Sumatera Selatan menjadi 868 kasus, Lampung 116 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 39 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 164 kasus, Kalimantan Timur menjadi 277, Kalimantan Barat menjadi 176 kasus, Kalimantan Tengah 322, Kalimantan Selatan menjadi 630 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 265, Gorontalo 58, Sulawesi Selatan menjadi 1.352, Sulawesi Tengah ada 121 kasus, Sulawesi Barat 87 kasus, Sulawesi Tenggara 215, Maluku Utara 118, Maluku 160, Papua Barat menjadi 132 kasus dan Papua menjadi 567 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 27 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.418 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 235 hingga total menjadi 5.877 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 5.877 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)