Kasus Covid-19 di Indonesia per 3 Juni: Total 28.233 Meninggal 1698

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 3 Juni, tercatat ada 28.233 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 694 kasus. Dari jumlah itu, ada 8.406 pasien dinyatakan sembuh dan 1.698 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.385.902 kasus. Berarti ada penambahan 111.766 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan lagi sebanyak 130 kasus, dari sebelumnya 48.023 menjadi 48.153 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan sebanyak 72 kasus, dari 13.213 menjadi 13.285 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 684 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.623 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Tentang 28.233 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.623 kasus, Banten menjadi 954 kasus, Yogyakarta menjadi 237 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.319 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.455 kasus, Jawa Timur menjadi 5.318 kasus, Bali menjadi 490 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 685 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 444 kasus, Provinsi Riau menjadi 117 kasus, Kepulauan Riau 209 kasus, Sumatera Barat menjadi 583, Jambi 97 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.019 kasus, Lampung 136 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 62 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 165 kasus, Kalimantan Timur menjadi 310, Kalimantan Barat menjadi 202 kasus, Kalimantan Tengah 456, Kalimantan Selatan menjadi 1.033 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 377, Gorontalo 118, Sulawesi Selatan menjadi 1.668, Sulawesi Tengah ada 129 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 251, Maluku Utara 176, Maluku 238, Papua Barat menjadi 172 kasus dan Papua menjadi 858 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 35 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.698 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 471 hingga total menjadi 8.406 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 8.406 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)