Kasus Covid-19 di Indonesia per 31 Mei: Total 26.473 Meninggal 1613

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 31 Mei, tercatat ada 26.473 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 700 kasus. Dari jumlah itu, ada 7.308 pasien dinyatakan sembuh dan 1.613 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.075.786 kasus. Berarti ada penambahan 143.823 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan lagi hingga 2.222 kasus, dari 47.714 menjadi 49.936 kasus. Kenaikan serupa juga terjadi pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) hari ini sebesar 81 kasus, dari 12.832 menjadi 12.913 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 700 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.348 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (31/5/20).

Tentang 26.473 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.348 kasus, Banten menjadi 861, Yogyakarta menjadi 336 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.260 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.403 kasus, Jawa Timur menjadi 4.857 kasus, Bali menjadi 465 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 636 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 92 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 406 kasus, Provinsi Riau menjadi 117 kasus, Kepulauan Riau 197 kasus, Sumatera Barat menjadi 567, Jambi 97 kasus, Bengkulu 91 kasus, Sumatera Selatan menjadi 982 kasus, Lampung 133 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 46 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 165 kasus, Kalimantan Timur menjadi 295, Kalimantan Barat menjadi 189 kasus, Kalimantan Tengah 410, Kalimantan Selatan menjadi 919 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 339, Gorontalo 94, Sulawesi Selatan menjadi 1.541, Sulawesi Tengah ada 128 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 244, Maluku Utara 153, Maluku 223, Papua Barat menjadi 168 kasus dan Papua menjadi 675 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 40 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.613 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 293 hingga total menjadi 7.308 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 7.308 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)