Kasus Covid-19 di Indonesia per 4 Juni: Total 28.818 Meninggal 1.721

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 4 Juni, tercatat ada 28.818 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 585 kasus. Dari jumlah itu, ada 8.892 pasien dinyatakan sembuh dan 1.721 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.524.369 kasus. Berarti ada penambahan 138.467 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan sebanyak 780 kasus, dari sebelumnya 48.153 menjadi 47.373 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru terjadi sebaliknya, ada kenaikan 131 kasus, dari 13.285 menjadi 13.416 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 585 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.690 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (4/6/20).

Tentang 28.818 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.690 kasus, Banten menjadi 965 kasus, Yogyakarta menjadi 237 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.354 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.478 kasus, Jawa Timur menjadi 5.408 kasus, Bali menjadi 510 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 705 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 488 kasus, Provinsi Riau menjadi 117 kasus, Kepulauan Riau 219 kasus, Sumatera Barat menjadi 584, Jambi 99 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.056 kasus, Lampung 140 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 72 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 165 kasus, Kalimantan Timur menjadi 316, Kalimantan Barat menjadi 202 kasus, Kalimantan Tengah 469, Kalimantan Selatan menjadi 1.142 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 382, Gorontalo 121, Sulawesi Selatan menjadi 1.722, Sulawesi Tengah ada 129 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 252, Maluku Utara 177, Maluku 238, Papua Barat menjadi 173 kasus dan Papua menjadi 895 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 23 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.721 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 486 hingga total menjadi 8.892 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 8.892 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)