Kasus Covid-19 di Indonesia per 5 Juni: Total 29.521 Meninggal 1770

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/.net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 5 Juni, tercatat ada 29.521 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 703 kasus. Dari jumlah itu, ada 9.444 pasien dinyatakan sembuh dan 1.770 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai 6.642.295 kasus. Berarti ada penambahan 117.926 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan 1.947 kasus, dari sebelumnya 47.373 menjadi 49.320 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan 176 kasus, dari 13.416 menjadi 13.592 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 703 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.766 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (5/6/20).

Tentang 29.521 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini kasusnya, bahkan sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.766 kasus, Banten menjadi 989 kasus, Yogyakarta menjadi 238 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.366 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.537 kasus, Jawa Timur menjadi 5.549 kasus, Bali menjadi 524 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 757 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 537 kasus, Provinsi Riau menjadi 117 kasus, Kepulauan Riau 223 kasus, Sumatera Barat menjadi 607, Jambi 101 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.074 kasus, Lampung 141 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 81 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 167 kasus, Kalimantan Timur menjadi 316, Kalimantan Barat menjadi 205 kasus, Kalimantan Tengah 484, Kalimantan Selatan menjadi 1.213 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 391, Gorontalo 121, Sulawesi Selatan menjadi 1.776, Sulawesi Tengah ada 136 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 257, Maluku Utara 178, Maluku 254, Papua Barat menjadi 175 kasus dan Papua menjadi 918 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 49 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.770 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 552 hingga total menjadi 9.444 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 9.444 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)