Kasus Covid-19 di Indonesia per 5 Mei: Total 12.071 Meninggal 872

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/.net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 5 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 12.071 orang. Dari jumlah itu, 2.197 pasien dinyatakan sembuh dan 872 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 3.585.357 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 243 kasus, sehingga total menjadi 239.226 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 2.388 dari sebelumnya, sehingga total 26.408 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 484 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 4.687 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (5/5/20).

Tentang 12.071 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 4.687 kasus, Banten menjadi 458, Yogyakarta menjadi 121 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.300 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 849 kasus, Jawa Timur menjadi 1.171, Bali menjadi 277 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 285 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 12 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 12 kasus, Sumatera Utara menjadi 130 kasus, Provinsi Riau menjadi 61 kasus, Kepulauan Riau 97 kasus, Sumatera Barat menjadi 221, Jambi 43 kasus, Bengkulu 12 kasus, Sumatera Selatan menjadi 199 kasus, Lampung 55 kasus dan bangka-belitung menjadi 28 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 131 kasus, Kalimantan Timur menjadi 168, Kalimantan Barat menjadi 73, Kalimantan Tengah 181, Kalimantan Selatan menjadi 212 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 45, Gorontalo 15, Sulawesi Selatan menjadi 640, Sulawesi Tengah ada 70 kasus, Sulawesi Barat 58 kasus, Sulawesi Tenggara 69, Maluku Utara 50, Maluku 23, Papua Barat menjadi 49 kasus dan Papua menjadi 247 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 8 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 872 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 243 hingga total menjadi 2.197 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 2.197 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)