Kasus Covid-19 di Indonesia per 6 Juni: Pasien Positif Tembus 30 Ribu

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 6 Juni, tercatat ada 30.514 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 993 kasus. Dari jumlah itu, ada 9.907 pasien dinyatakan sembuh dan 1.801 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.742.875 kasus. Berarti ada penambahan 100.580 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan 2.749 kasus, dari sebelumnya 49.320 menjadi 46.571 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi penurunan 254 kasus, dari 13.592 menjadi 13.347 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 993 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 7.870 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (6/6/20).

Tentang 30.514 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini kasusnya, bahkan sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 7.870 kasus, Banten menjadi 1.025 kasus, Yogyakarta menjadi 242 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.376 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.564 kasus, Jawa Timur menjadi 5.835 kasus, Bali menjadi 557 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 798 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 605 kasus, Provinsi Riau menjadi 118 kasus, Kepulauan Riau 227 kasus, Sumatera Barat menjadi 618, Jambi 103 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.104 kasus, Lampung 143 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 98 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 168 kasus, Kalimantan Timur menjadi 327, Kalimantan Barat menjadi 210 kasus, Kalimantan Tengah 496, Kalimantan Selatan menjadi 1.247 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 470, Gorontalo 126, Sulawesi Selatan menjadi 1.840, Sulawesi Tengah ada 139 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Sulawesi Tenggara 257, Maluku Utara 185, Maluku 261, Papua Barat menjadi 178 kasus dan Papua menjadi 1.005 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 31 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.801 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 463 hingga total menjadi 9.907 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 9.907 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)