Kasus Covid-19 di Indonesia per 7 Juni: Total 31.186 Meninggal 1.851

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 7 Juni, tercatat ada 31.186 pasien positif corona. Dibanding angka sebelumnya, kenaikan mencapai 672 kasus. Dari jumlah itu, ada 10.498 pasien dinyatakan sembuh dan 1.851 orang meninggal dunia.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia belum surut juga. Total pasien hari ini mencapai mencapai 6.900.011 kasus. Berarti ada penambahan 157.136 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan 6.201 kasus, dari sebelumnya 46.571 menjadi 40.370 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi kenaikan 850 kasus, dari 13.347 menjadi 14.197 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati begitu kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 672 kasus dibanding sebelumnya. Terbanyak di DKI Jakarta yaitu 8.033 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (7/6/20).

Tentang 31.186 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini kasusnya, bahkan sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 8.033 kasus, Banten menjadi 1.035 kasus, Yogyakarta menjadi 244 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 2.404 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 1.615 kasus, Jawa Timur menjadi 5.948 kasus, Bali menjadi 582 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 808 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 97 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 20 kasus, Sumatera Utara menjadi 605 kasus, Provinsi Riau menjadi 118 kasus, Kepulauan Riau 228 kasus, Sumatera Barat menjadi 626, Jambi 103 kasus, Bengkulu 92 kasus, Sumatera Selatan menjadi 1.129 kasus, Lampung 144 kasus dan Bangka-Belitung menjadi 102 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 169 kasus, Kalimantan Timur menjadi 329, Kalimantan Barat menjadi 210 kasus, Kalimantan Tengah 496, Kalimantan Selatan menjadi 1.285 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 495, Gorontalo 134, Sulawesi Selatan menjadi 1.905, Sulawesi Tengah ada 159 kasus, Sulawesi Barat 94 kasus, Sulawesi Tenggara 259, Maluku Utara 186, Maluku 269, Papua Barat menjadi 179 kasus dan Papua menjadi 1.064 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 50 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.851 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 591 hingga total menjadi 10.498 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 10.498 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)