Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah Lagi, Total 579 Meninggal 49

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 23 Maret 2020, pasien positif corona dilaporkan ada 579 orang. Dari jumlah itu, 30 orang sembuh dan 49 orang meninggal dunia.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini ada 65 orang dibanding kemarin. Kasus terbanyak masih tetap di DKI Jakarta sebanyak 353 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (23/3/20).

Tentang 579 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, penderitanya menyebar di 21 provinsi di Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi sebanyak 353 kasus, Banten naik menjadi 56 kasus, Bali (6), Yogyakarta tetap 5 kasus, Jawa Barat naik menjadi 59 kasus, Jawa Tengah 15 kasus dan Jawa Timur menjadi 41.

Selain itu, lanjut Yuri, di Provinsi Riau tetap ada 1 kasus, Kepulauan Riau (5), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur naik jadi 11, Kalimantan Tengah (2), Kalimantan Selatan (1), Sulawesi Utara (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2) dan Lampung (1), Maluku Utara (1), Maluku (1) dan Papua (2).

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan 1 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 49 orang. Sedangkan pasien yang sembuh secara keseluruhan ada 30 orang.

Korban meninggal, disebutkan, tersebar di DKI Jakarta, Jateng, serta Bali, Banten, Jabar, Jatim dan Sumatera Utara. Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Ada satu pasien berusia 37 tahun.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri mengakui, jumlah korban meninggal terdampak covid-19 terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin. “Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri berharap kedepan makin banyak pasien positif covid-19 membaik kesehatannya. Saat ini sudah ada 30 orang yang dinyatakan sembuh dari corona, setelah menjalani dua kali tes.

Ia juga meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik menghadapi kasus covid-19 yang jumlahnya terus bertambah setiap hari. Dan yang tak kalah penting adalah menaati protokol pencegahan penularan covid-19 yang ditetapkan pemerintah serta menerapkan gaya hidup sehat agar tubuh tak mudah terjangkit covid-19. (Tri Wahyuni)