Kasus COVID-19 India Dekati 3,8 Juta saat Pembatasan Dilonggarkan

0
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat berjalan melewati domba untuk melakukan verifikasi dari rumah ke rumah apabila ditemukan kasus atau gejala terkait virus corona (COVID-19), di sebuah wilayah pemukiman di Ahmedabad, India, Kamis (23/4/2020). (REUTERS/AMIT DAVE)

NEW DELHI (Suara Karya): Kasus infeksi virus corona baru di India naik menjadi hampir 3,8 juta pada Rabu, karena negara-negara bagian terus melonggarkan aturan pembatasan pergerakan meskipun ada lonjakan kasus.

India melaporkan 78.357 kasus baru dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus COVID-19 negara itu mencapai 3.769.523, dan 66.333 orang tewas akibat virus corona baru itu, menurut data kesehatan federal.

Total kasus COVID-19 India adalah yang tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazil, dan akan menyusul dalam beberapa hari berdasarkan tren kenaikan kasus harian saat ini.

Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan penguncian nasional pada Maret ketika negara itu melaporkan kurang dari 100 kasus harian COVID-19.

India sempat mendapat pujian dari beberapa ahli karena tindakan awal tersebut, tetapi kemudian mendapat peringatan dari yang lainnya karena pembatasan telah diberlakukan terlalu cepat.

Ekonomi India menyusut hampir seperempat pada periode April-Juni, menurut data pemerintah pada Senin. Penurunan ekonomi itu lebih dari perkiraan dan meningkatkan tekanan pada para pembuat kebijakan untuk memulai pemulihan pertumbuhan ekonomi meskipun jumlah kasus baru masih tinggi.

Kepala pemerintah daerah Goa, tujuan wisata populer di India yang baru-baru ini melonggarkan aturan karantina untuk menarik pengunjung, pada Rabu mengatakan bahwa dia telah dites dan dinyatakan positif terjangkit virus corona baru.

“Mereka yang melakukan kontak dekat dengan saya disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan,” kata Pramod Sawant dalam sebuah tweet melalui akun Twitter-nya.

Sawant merupakan anggota Partai Bharatiya Janata, yakni partai yang berkuasa pendukung PM Modi.

Pihak berwenang di ibu kota New Delhi dijadwalkan bertemu pada Rabu malam untuk membahas pembukaan kembali kereta metro kota itu, meskipun kasus baru COVID-19 di sana berada pada tingkat tertinggi selama dua bulan. (Bobby MZ)