Kasus Covid-19 per 27 Maret: Total 1046 Meluas ke 28 Provinsi

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 27 Maret 2020 dilaporkan, pasien positif corona ada 1.046 orang. Dari jumlah itu, 46 sembuh dan 87 orang meninggal dunia.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 153 orang dibanding kemarin. Kasus terbanyak masih tetap di DKI Jakarta sebanyak 598 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (27/3/20).

Tentang 1046 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini penderitanya telah menyebar hingga 28 provinsi. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 598 kasus, Banten menjadi 84 kasus, Bali tetap 9 kasus, Yogyakarta naik menjadi 22 kasus, Jawa Barat naik menjadi 98 kasus, Jawa Tengah 43 dan Jawa Timur menjadi 66.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh menjadi 4 kasus, Sumatera Utara tetap 8, Provinsi Riau menjadi 1 kasus, Kepulauan Riau tetap 5, Sumatera Barat menjadi 5, Lampung 4, Jambi 1, Sumatera Selatan ada 1, Kalimantan Barat 3, Kalimantan Timur tetap 11, Kalimantan Tengah 6 kasus, Kalimantan Selatan 1.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara 2, Sulawesi Tenggara 3, Sulawesi Selatan menjadi 29, Maluku Utara 1, Maluku 1, Papua 7, Papua Barat 2 kasus dan Nusa Tenggara Barat 2.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 9 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 87 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 11 menjadi 46 orang.

Korban meninggal, disebutkan, tersebar di DKI Jakarta, Jateng, Bali, Banten, Jabar, Jatim dan Sumatera Utara.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri berharap kedepan makin banyak pasien positif covid-19 membaik kesehatannya. Saat ini sudah ada 30 orang yang dinyatakan sembuh dari corona, setelah menjalani dua kali tes.

Ia juga meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik menghadapi kasus covid-19 yang jumlahnya terus bertambah setiap hari. Dan yang tak kalah penting adalah menaati protokol pencegahan penularan covid-19 yang ditetapkan pemerintah serta menerapkan gaya hidup sehat agar tubuh tak mudah terjangkit covid-19. (Tri Wahyuni)