Kasus Pembobolan Deposito Rp 27 Miliar Dilimpahkan ke Kejagung

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus pembobolan Deposito Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (Yule) sebesar Rp 27 Miliar, kini memasuki babak baru. Berkas perkara tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni John Lin Yuwono (mantan komisaris Yule), Jonathan Yuwono (Direktur PT Jeje Yutrindo Utama/mantan Pemegang Saham Pengendali Yule), dan Luciana (mantan Direktur Utama Yule), sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (7/2/2019).

Hal tersebut, diakui Wakil Direktur Tindak Pidana Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Kombes (Pol) Daniel Tahi Monang Silitonga, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/2/2019). “Ya benar, sudah dilimpahkan ke Kejagung,” ujarnya.

Dengan demikian, ketiga tersangka tersebut resmi menjadi titipan tahanan Bareskrim di Kejaksaan Agung sejak Kamis lalu. Penyerahan berkas perkara dan penahanan ketiga tersangka ini, dilakukan setelah hasil penyidikan perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Agung.

“Sekarang tugas kami (Bareskrim, red) sudah selesai, kami sudah limpahkan ke Kejaksaan Agung.  Kita tunggu saja,” kata Daniel menambahkan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Muhri, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/2/2019), belum menjelaskan secara detail perihal kasus dugaan pembobolan deposito, termasuk para tersangka dalam kasus tersebut. “Nanti saya cek dulu,” katanya singkat.

Sebagaimana diketahui, investor (pemegang saham baru Yule) melaporkan ke Bareskrim Polri (Nomor TBL/253/III/2018) pada tanggal 9 Maret 18 setelah menemukan bukti kuat pencairan tidak sah atas 2 (dua) Deposito MKBD Yule di Bank Mandiri Bogor sebesar Rp 12.311.000.000 dan USD 1.080.000 atau setara dengan Rp 27 Miliar, pada 21 Februari 2018.

Dalam penelusuran ternyata pencairan illegal tersebut digunakan untuk pelunasan utang PT. Jeje Yutrindo Utama (Jeje) cq mantan pemegang saham pengendali Yule.

Tragisnya lagi, penjaminan kedua deposito untuk utang Jeje ini tidak pernah diungkap oleh manajemen lama Yule, bahkan tidak dicatat dalam laporan keuangan Yule, periode 2015-2017.

Akibat ketiadaan keterbukaan informasi publik ini, investor baru merasa tertipu karena telanjur membeli saham Yule Tbk.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni dugaan Tindak pidana Pasar Modal sebagaimana diatur dalam Pasal 104 Juncto Pasal 90 dan Pasal 107 UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dengan maksimal hukuman 10 tahun penjara, dan Tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta Tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP. (Gan)