Kasus Positif Covid-19 per 13 Agustus Naik hingga 2.098, Tertinggi di DKI

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Kamis (13/8/20) menunjukkan angka 132.816 orang. Dibanding kasus sebelumnya, kenaikan tertinggi terjadi hari ini, raih angka 2.098 kasus.

Untuk kematian akibat covid-19 masih terbilang tinggi. Tercatat ada kenaikan 65 orang, dari 5.903 menjadi 5.968 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga cukup banyak mencapai 1.760 dari sebelumnya 85.798 menjadi 87.558 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 20.624.830 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 129.487 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada penurunan kasus suspek dibanding kemarin, yaitu 10.104 kasus dari 86.619 menjadi 76.515 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen 434 kasus, dari 26.248 menjadi 25.814 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 6 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 608 kasus, Jawa Timur 341 kasus, Jawa Tengah 204 kasus, Sulawesi Utara 125 kasus, Jawa Barat 111 kasus dan Sumatera Utara 94 kasus.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 27.761 kasus, Jawa Timur 26.561 kasus, Jawa Tengah 11.148 kasus, Sulawesi Selatan 10.756 kasus, Jawa Barat 7.914 kasus dan Kalimantan Selatan 6.934 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 748 kasus, Bali ada kenaikan 35 menjadi 3.927 kasus, Banten naik 37 menjadi 2.187 kasus, Bangka Belitung tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 203 kasus, Bengkulu ada kenaikan 4 menjadi 264 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 11 menjadi 911 kasus.

Berikutnya, Jambi dilaporkan tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 215 kasus, Kalimantan Barat ada kenaikan 10 menjadi 439 kasus, Kalimantan Timur naik 23 menjadi 2.129 kasus, Kalimantan Tengah ada kenaikan 44 menjadi 2.131 kasus dan Kalimantan utara ada kenaikan 9 hari ini menjadi 312 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau ada kenaikan 14 hari ini menjadi 613 kasus, Nusa Tenggara Barat ada kenaikan 13 menjadi 2.375 kasus, Sumatera Selatan naik 27 menjadi 3.805 kasus, Sumatera Barat naik 42 menjadi 1.258 kasus, Sulawesi Utara naik 125 menjadi 3.150 kasus, Sumatera Utara naik 94 menjadi 5.358 kasus dan Sulawesi Tenggara hari ini ada kenaikan 30 menjadi 1.106 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 220 kasus, Lampung ada kenaikan 7 menjadi 327 kasus, Riau naik 68 menjadi 889 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 8 menjadi 1.717 kasus dan Maluku ada kenaikan 39 menjadi 1.406 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 24 menjadi 595 kasus, Papua naik 31 menjadi 3.336 kasus, Sulawesi Barat ada kenaikan 5 menjadi 287 kasus, Nusa Tenggara Timur tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 162 kasus dan Gorontalo ada kenaikan 8 menjadi 1.672 kasus.

Disebutkan, terjadi penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 1.760 dari 85.798 menjadi 87.558 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)