Kasus Positif Covid-19 per 15 Agustus Terjadi Lagi Lonjakan hingga 2.345

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Sabtu (15/8/20) menunjukkan angka 137.468 orang. Dibanding kasus sebelumnya, kenaikan tertinggi terjadi lagi hari ini hingga 2.345 kasus!

Untuk kematian akibat covid-19 masih terbilang tinggi. Tercatat ada kenaikan 50 orang, dari 6.021 menjadi 6.071 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga cukup banyak mencapai 1.703 dari sebelumnya 89.618 menjadi 91.321 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 21.163.347 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 238.744 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin, yaitu 800 kasus dari 75.527 menjadi 76.327 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada kenaikan spesimen 1.278 kasus, dari 26.018 menjadi 27.296 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 6 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 583 kasus, Jawa Timur 436 kasus, Sumatera Utara 195 kasus, Jawa Barat 137 kasus, Jawa Tengah 131 kasus, Sulawesi Selatan 102 kasus.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 28.882 kasus, Jawa Timur 27.415 kasus, Jawa Tengah 11.471 kasus, Sulawesi Selatan 10.895 kasus, Jawa Barat 8.512 kasus dan Kalimantan Selatan 7.051 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 25 hari ini menjadi 865 kasus, Bali ada kenaikan 44 menjadi 4.024 kasus, Banten naik 33 menjadi 2.241 kasus, Bangka Belitung ada kenaikan 2 menjadi 207 kasus, Bengkulu ada kenaikan 3 menjadi 277 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 46 menjadi 992 kasus.

Berikutnya, Jambi dilaporkan ada kenaikan 3 hari ini menjadi 225 kasus, Kalimantan Barat ada kenaikan 3 menjadi 447 kasus, Kalimantan Timur naik 56 menjadi 2.283 kasus, Kalimantan Tengah ada kenaikan 37 menjadi 2.188 kasus dan Kalimantan utara ada kenaikan 13 hari ini menjadi 325 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau ada kenaikan 22 hari ini menjadi 647 kasus, Nusa Tenggara Barat ada kenaikan 22 menjadi 2.421 kasus, Sumatera Selatan naik 36 menjadi 3.880 kasus, Sumatera Barat naik 37 menjadi 1.337 kasus, Sulawesi Utara naik 50 menjadi 3.261 kasus, Sumatera Utara naik 195 menjadi 5.622 kasus dan Sulawesi Tenggara hari ini ada kenaikan 28 menjadi 1.167 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 223 kasus, Lampung tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 332 kasus, Riau naik 41 menjadi 959 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 10 menjadi 1.739 kasus dan Maluku ada kenaikan 32 menjadi 1.448 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 6 menjadi 601 kasus, Papua tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 3.345 kasus, Sulawesi Barat ada kenaikan 7 menjadi 306 kasus, Nusa Tenggara Timur ada kenaikan 2 hari ini menjadi 165 kasus dan Gorontalo ada kenaikan 40 menjadi 1.715 kasus.

Disebutkan, terjadi penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 1.703 dari 89.618 menjadi 91.321 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)