Kasus Positif Covid-19 per 30 Juni Melonjak Lagi hingga 1.293

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Hari ini malah terjadi kenaikan yang sangat tinggi yaitu 1.293, dari 55.092 menjadi 56.385 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.876 orang atau bertambah 71 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 10.302.867 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 154.961 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan hingga 2.192 kasus, dari 41.605 menjadi 43.797 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) malah terjadi penurunan sebanyak 153 kasus, dari 13.335 menjadi 13.182 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.293 kasus. Jumlah kenaikan terbanyak masih dari Jawa Timur sebanyak 331 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (30/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 5 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 331 kasus, DKI Jakarta 187 kasus, Jawa Tengah 153 kasus, Kalimantan Selatan 106 kasus dan Sulawesi Selatan 89 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu Jawa Timur 12.136 kasus, DKI Jakarta 11.424 kasus, Sulawesi Selatan 5.084 kasus, Jawa Tengah 3.833 kasus, Jawa Barat 3.218 kasus dan Kalimantan Selatan 3.148

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 1 menjadi 80 kasus, Bali naik 49 menjadi 1.493 kasus, Banten naik 9 menjadi 1.453 kasus, Bangka Belitung tidak kenaikan menjadi 153 kasus, Bengkulu juga tak ada kenaikan menjadi 125 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 7 menjadi 313 kasus.

Berikutnya, Jambi juga tak ada kenaikan menjadi 117 kasus, Kalimantan Barat tak ada kenaikan menjadi 321 kasus, Kalimantan Timur naik 8 menjadi 518 kasus, Kalimantan Tengah naik 13 menjadi 894 kasus, Kalimantan Selatan naik 106 menjadi 3.148 kasus dan Kalimantan Utara ada kenaikan 2 menjadi 206 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau tidak ada kenaikan menjadi 295 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 21 menjadi 1.234 kasus, Sumatera Selatan naik 26 menjadi 2.049 kasus, Sumatera Barat ada kenaikan 1 menjadi 726 kasus, Sulawesi Utara naik 27 menjadi 1.109 kasus, Sumatera Utara naik 71 menjadi 1.551 kasus dan Sulawesi Tenggara ada kenaikan 18 menjadi 363 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah ada kenaikan 3 menjadi 189 kasus, Lampung ada kenaikan 2 menjadi 190 kasus, Riau tidak ada kenaikan menjadi 226 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 9 menjadi 728 kasus dan Maluku naik 16 menjadi 742 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 1 menjadi 237 kasus, Papua naik 3 menjadi 1.699 kasus, Sulawesi Barat ada kenaikan 1 menjadi 115 kasus, Nusa Tenggara Timur juga tidak ada kenaikan kasus menjadi 113 kasus dan Gorontalo ada kenaikan 6 jumlahnya tetap 249 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 1.006 dari 23.800 menjadi 24.806 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)