Suara Karya

Kecewa Tak Direspon, Fahri Batalkan Pencabutan Laporan Pencemaran Nama Baik

JAKARTA (Suara Karya): Politisi PKS, Fahri Hamzah mengaku kecewa terhadap Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman karena pencabutan laporan laporannya ke Polda Metro Jaya terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Sohibul terhadap dirinya tak mendapat respons positif. Karenanya, Fahri memutuskan untuk membatalkan pencabutan laporan tersebut.

Keputusan pembatalan pencabutan laporan polisi tersebut, disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR itu yang didampingi kuasa hukumnya Mujahid Latiefdi Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/6).

Dengan membatalkan pncabutan laporannya tersebut, maka perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Sohibul terhadap dirinya, kambali berjalan.

“Saya sudah selesai di-BAP terkait surat pencabutan laporan kepada saudara Sohibul Iman, yang saya lakukan sebelum Ramadhan lalu. Dalam BAP hari ini, Saya telah membatalkan surat pencabutan laporan saya. Sehingga perkara ini kembali berjalan,” kata Fahri Hamzah.

Sedang alasan Fahri membatalkan pencabutan laporannya, karena merasa tidak mendapat respons baik dari pihak terlapor, dalam hal ini Sohibul, saat mencabut laporan pada bulan puasa lalu.

“Karenanya, saya nggak jadi mencabut laporan itu. Artinya apa? Kasus ini berjalan lagi seperti bagaimana biasa sebagaimana sebelum puasa yang lalu,” ujar Fahri seraya menganggap Sohibul semakin arogan dan ugal-ugalan.

“Ya, memang kita ada beberapa kali komunikasi, tapi yang saya sayangkan ada kawan saya yang dipecat. Yang kena hukum yang itu kayaknya malah makin ugal-ugalan,” kata Fahri.

Dirinya juga berharap kasus ini bisa berlanjut ke proses selanjutnya, sehingga bisa ditentukan apakah Sohibul bersalah atau tidak.

“Mudah-mudahan segera masuk ke persidangan,” kata Fahri seraya berjanji akan memberi komentar lebih lengkap mengenai sikapnya tersebut.

Fahri juga menambahkan kalau langkah yang diakukan saat ini (membatalkan pemcabutan laporan Sohibul), hanya ingin memperbaiki PKS. Apalagi akhir-akhir ini, selaku pimpinan partai, Sohibul bertindak semena-mena kepada kader partai yang tak sejalan dengannya.

“Saya sendiri ingin perbaiki partai ini. Kita lihat hasil dari kinerja DPP ini. Nanti saya akan berikan respons. Tapi yang penting ini kasus jalan dulu,” ujar anggota DPR asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Sebelumnya, Fahri sempat mengutus pengacaranya Mujahid Latief untuk mencabut laporan tersebut. Mujahid mendapat amanah dari kliennya itu untuk menyampaikan surat kepada Dirkrimsus (Kombes Adi Deritan) terkait dengan laporan yang disampaikan beberapa waktu lalu.

“Saya hari ini amanahnya adalah menyampaikan surat, yang surat itu isinya adalah pencabutan laporan yang telah disampaikan pada tanggal 8 Maret 2018 yang lalu,” sebut Mujahid kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/5).

Fahri Hamzah sendiri telah melaporkan Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya pada 8 Maret 2018 dengan nomor laporan LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus atas dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Fahri, Sohibul telah menuding dirinya sebagai pembohong dan pembangkang sehingga tudingan tersebut menjadi dasar dari pelaporannya ke Polda Metro Jaya.

Dia menuturkan telah menyerahkan barang bukti berupa pernyataan Sohibul Iman yang menyudutkan dirinya pada sejumlah media massa. Lantaran itu, menurutnya, Sohibul Iman harus segera diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Gan)

Related posts