Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi dengan Bijak Bersosial Media

0

JAKARTA  (Suara Karya): Literasi digital menjadi bagian penting dalam kemajuan teknologi yang saat ini berkembang dengan pesat. Ruang digital memberikan keleluasaan bagi warganet untuk berekspresi, berbagi, dan memproduksi konten. Meski begitu, kemajuan teknologi tersebut juga harus diimbangi dengan kecerdasan dan bijak dalam bersosial media.

Demikian salah satu kesimpulan dari hasil webinar bertajuk Media Sosial dan Kreativitas di Era Digital yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Senin (25/10).

Acara yang diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek melalui zoom itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Content Creator Jonathan Jorenzo dan Product Manager Eight Code Indonesia, Adam Antony sebagai narasumber.

Dalam paparanya, Meutya Hafid mengungkapkan ada hal-hal yang mesti diupayakan agar ruang digital tetap berada pada kondisi yang aman dan nyaman.

Ia menjelaskan bahwa untuk menjadi warganet yang bijak dalam bermedia perlu kecakapan literasi di ranah digital. Yaitu bagaimana warganet memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dan beragam sumber yang disajikan melalui perangkat digital.

“Literasi digital menjadi penting untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan dalam berinternet, literasi digital juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena kemajuan teknologi juga harus dihadapi dengan cerdas dan bijak,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Product Manager Eight Code Indonesia, Adam Antony menilai tidak bisa dimungkiri, geliat bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) yang semakin bergairah, tak lepas dari campur tangan teknologi.

“Berkat teknologi, berbagai jenis upaya dan bisnis UKM bisa dilaksanakan lebih mudah dan terstruktur,” jelasnya.

Menuruta Adam, kehadiran teknologi bisa digunakan sebagai instrumen untuk menopang bisnis UKM.

“Kehadiran teknologi informasi bisa membuat setiap usaha dapat dibuat sistemnya untuk menerima pemesanan dan pelanggan secara otomatis. Dengan kemungkinan kesalahan catat pemesanan dan gagal pemesanan dapat diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, Jonathan Jorenzo selaku content creator juga menyampaikan bahwa ia memanfaatkan media sosial untuk membuat konten. Teknologi internet, menurut dia, selain menjadikan pekerjaannya lebih simple dan mudah, ia juga merasa sangat terbantu dalam berkarya dan mencari informasi.

Tetapi, ia juga mengakui masih banyak hal-hal negatif di luar sana akibat penyalahgunaan internet. Ia meingatkan untuk harus bisa waspada dan lebih cerdas saat berselancar di dunia maya. (Pramuji)