Kemdikbud Ajak Milenial Napak Tilas Virtual Sejarah Kemerdekaan Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengajak milenial mengenal lebih dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Napak tilas tersebut dapat disaksikan melalui kanal Youtube milik Puspeka (Pusat Penguatan Karakter) Kemdikbud.

“Pandemi tak menjadi penghalang bagi kita semua untuk belajar. Karena itu, kami dukung Puspeka membuat napak tilas dalam bentul virtual agar milenial bisa belajar sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia,” kata Sekjen Kemdikbud, Ainun Naim usai membuka acara tersebut, Sabtu (31/10/20).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman, Pendiri Komunitas Historia, Asep Kambali, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Maryanto serta Edukator Museum, Swa Adinegoro dan Dwi Nurdadi.

Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman menjelasan, peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum dibuatnya napak tilas sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pesan dibuat dalam bentuk virtual, selain karena kondisi pandemi corona virus diases (covid-19), platform tersebut cocok dengan target sasaran milenial.

Kegiatan napak tilas ini dibuat semenarik mungkin. Pengunjung seolah diajak ke museum. Lalu, para edukator museum memberi narasi sejarahnya. Agar ruang virtual tak terlalu penuh, pengunjung dibatasi hanya untuk 4.800 siswa dan mahasiswa.

“Animo siswa dan mahasiswa ikut acara napak tilas ini cukup tinggi. Awalnya, pengunjung dibatasi 4 ribu orang, tetapi permintaan terus bertambah hingga menjadi 4.800 orang. Tak menyangka, karena saat ini banyak orang sedang liburan menikmati long weekend,” ucapnya.

Hendarman menyebut, 3 museum yang dikunjungi yaitu Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda dan Museum Naskah Perumusan Proklamasi. Setiap kunjungan didampingi edukator museum yang berbeda. Di akhir acara, peserta diminta membuat laporan akhir bertema “Sumpah Pemuda” berdasarkan pengalamannya mengikuti acara tersebut.

Setelah rangkaian tur virtual museum selesai, moderator mengajak peserta berpartisipasi aktif dalam kuis melalui platform Slido. Para peserta diuji wawasannya tentang ruang yang ada di Museum Kebangkitan Nasional. Adapun kuis dibagi per jenjang sekolah dan perguruan tinggi.

Atlet muda panjat tebing nasional, Aries Susanti Rahayu yang hadir dalam acara itu ikut memotivasi para peserta didik untuk bermental juara. Aries mengaku, ucapan negatif yang meremehkan dirinya, justru memacu menjadi lebih berprestasi hingga tingkat nasional.

“Kita sebagai generasi muda harus bersatu memajukan Indonesia. Kalau saya, lewat olahraga. Kalian juga bisa berprestasi akademik atau seni. Tak ada yang tidak mungkin. Kalau kita usaha keras, pasti kita bisa mencapai impian kita,” kata Aries menegaskan. (Tri Wahyuni)