Kemdikbud Beri Penghargaan Anugerah Kihajar kepada 16 Kepala Daerah

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberi penghargaan Anugerah Kihajar kepada 16 kepala daerah atas partisipasi aktifnya dalam pendayagunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Penghargaan tersebut diserahkan Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi dalam acara puncak Penghargaan Anugerah Kihajar di Jakarta, Kamis (14/11/19) malam.

Aspek yang dinilai dalam seleksi penerima penghargaan terbilang cukup banyak, disebutkan, kebijakan, tata kelola, implementasi TIK, manajemen dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah serta inovasi yang dilakukan daerah.

“Penggunaan TIK dalam pendidikan tak terkait dana APBD yang besar. Karena ada beberapa kabupaten/kota yang tetap siapkan dana cukup besar untuk TIK di sektor pendidikan, meski APBD-nya kecil. Ini soal komitmen saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Maluku Tenggara, salah satu dari 16 daerah yang mendapat penghargaan Anugerah Kihajar. Daerah tersebut dinilai memiliki komitmen tinggi di sektor pendidikan dengan memanfaatkan TIK, meski berada di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

“Penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten Maluku Tenggara. Meski masuk kategori daerah 3T, tetapi memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan melalui TIK,” ucap Didik.

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun yang ditemui usai acara, mengaku senang atas penghargaan yang diterimanya. Ia tidak menyangka upaya yang dilakukan dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan di wilayahnya dapat apresiasi dari pemerintah.

“Maluku Tenggara memang jauh dari ibu kota, tapi itu tak membuat saya jadi patah semangat dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Thaher mengatakan, pemanfaatan TIK merupakan aspek penting untuk pemerataan pendidikan. Karena masalah disparitas sarana dan pra-sarana antar daerah di Indonesia masih cukup tinggi.

Melalui TIK, lanjut Thaher, Maluku Tenggara bertekad memecahkan masalah yang dihadapi para guru dan siswa. Upaya itu dilakukan mulai dari proses pembelajaran, meningkatkan kapasitas guru, pengembangan kurikulum hingga pembentukan karakter siswa.

“Saat ini siswa yang menggunakan teknologi akan lebih siap menghadapi dunia kerja dan mengembangkan sikap berpikir ilmiah dan kritis. Perlu diingat, siswa menjadi lebih kritis, karena mereka mengenal teknologi lebih dini,” katanya.

Untuk itu, Thaher menambahkan, para guru dan pengajar perlu mengubah cara pandang dalam pemanfaatan teknologi baru. Teknologi membantu mereka dalam menyampaikan materi sehingga prosesnya jadi lebih efektif.

Sementara Kepala Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemdikbud) Gogot Suharwoto selaku penyelenggara acara mengatakan, Maluku Utara dipandang pantas mendapat penghargaan, karena dinilai total dalam melakukan pelayanan di bidang pendidikan.

Seluruh sekolah menengah pertama (SMP) di kabupaten tersebut, kata Gogot, sudah terkoneksi dengan internet. Sehingga memungkinkan para siswanya menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Tri Wahyuni)