Kemdikbud Galang Dukungan bagi Pengembang Teknologi Pembelajaran Daring

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggalang dukungan bagi pengembang teknologi untuk pembelajaran dalam jaringan (daring). Upaya itu bagian dari pembatasan interaksi (social distancing) dampak dari merebaknya virus corona (covid-19) di Tanah Air.

“Hingga hari ini, tercatat ada 12 pengembang teknologi pendidikan akan bermitra Kemdikbud dalam pembelajaran daring,” kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Kemdikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang ditandatangani Mendikbud.Nadiem Makarim. Surat edaran itu meminta sekolah membuat beragam aktivitas yang bisa dilakukan siswa di rumah, dengan memanfaatkan teknologi.

“Beragam aktivitas pembelajaran bisa dilakukan siswa dan mahasiswa dari rumah masing-masing. Kami akan fasilitasi program belajar dari rumah ini dengan mengajak banyak pengembang teknologi pendidikan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Presiden sebelumnya mengumumkan sejumlah mitra swasta yang akan bekerja sama dengan pemerintah dalam pembelajaran daring. Disebutkan, antara lain Zenius, Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru dan Sekolahmu. Bantuan belajar secara online itu diselenggarakan secara gratis.

Belakangan, sejumlah penyedia layanan pendidikan daring seperti Cisco System Indonesia, ICANDO, IndonesiaX dan Udemy juga menyatakan ikut bergabung.

Country Managing Director Cisco Systems Indonesia, Marina Kacaribu menyatakan, upaya itu dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam membantu pendidikan di Indonesia agar dapat berjalan, ditengah merebaknya covid-19.

“Guru dan murid tetap bisa belajar melalui Cisco Webex secara gratis. Cisco Webex merupakan teknologi yang bisa digunakan sebagai media tatap muka virtual antara guru dan murid,” tuturnya.

Ditambahkan, guru akan mengajar seperti biasa melalui video, termasuk berbagi konten presentasi. Selain berinteraksi dengan papan tulis digital melalui layar komputer atau smartphone.

“Selain itu, Cisco Webex juga menyediakan ruang kelas digital berbasis messaging, sehingga guru dan murid dapat tetap berdiskusi dan berbagi materi melalui fitur group chat di Cisco Webex Teams yang kami sediakan,” tutur Marina.

Hal senada dikemukakan Pendiri dan Direktur Utama ICANDO, Syaiful Lokan. ICANDO merupakan aplikasi belajar untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Aplikasi itu bisa diunduh secara gratis di Google Play Store.

“Konten ICANDO dikembangkan merujuk pada Kurikulum 2013 berbasis permainan (Game-based Education) yang cocok untuk anak usia dini. ICANDO membuat belajar jadi menyenangkan,” kata Syaiful.

Dijelaskan, aplikasi ICANDO berisi lebih dari 200 mini games mulai dari literasi bahasa, literasi matematika, hidup sehat, dan karakter. Diharapkan anak usia dini dapat akses pembelajaran berkualitas dan menyenangkan secara online.

Sementara itu Pendiri IndonesiaX, Lucyanna Pandjaitan mengatakan, pihaknya menyediakan akses belajar bagi masyarakat lewat kursus berkualitas. Hal itu terlihat pada sejumlah instruktur kursus yang terlibat didalamnya. Sejak diluncurkan 2015 hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 500 ribu pembelajar yang terdaftar di kursus daring.

“IndonesiaX berkomitmen meningkatkan kecerdasan bangsa melalui penyediaan kursus daring gratis. Hal itu kami lakukan untuk mengurangi disparitas atau kesenjangan pendidikan bagi anak bangsa di negeri ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kemdikbud, Gogot Suharwoto mengungkapkan, rata-rata pengunjung Portal Rumah Belajar pada awal 2020 adalah 17.000 hingga 20.000 pengunjung per hari. Namun, pada tanggap darurat Covid-19, terjadi lonjakan pengunjung hingga mencapai rata-rata 300 ribu pengunjung.

“Fitur dalam Rumah Belajar disiapkan sebagai media pembelajaran daring, sekaligus bisa menjadi pengayaan dan remedial. Dengan demikian, siswa dapat pengalaman belajar dari mana saja dan kapan saja,” kata Gogot menandaskan. (Tri Wahyuni)