Kemdikbud Gelar Pekan Kebudayaan Nasional, Masyarakat Diminta Hadir

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) di Istora Senayan Jakarta, pada 7-13 Oktober 2019. Ada 245 kegiatan kebudayaan yang bisa dinikmati secara cuma-cuma.

“PKN diharapkan bisa menjadi ruang bersama untuk masyarakat Indonesia yang bahagia,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy usai pembukaan PKN di Istora Senayan Jakarta, Senin (7/10/2019) malam.

Perhelatan yang berlangsung spektakuler itu dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Muhadjir Effendy menegaskan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia, yang tak hanya menghadirkan kesejahteraan melalui pembangunan ekonomi saja. Tetapi juga memerlukan pembangunan yang lebih komprehensif dan menyentuh dimensi manusia, yaitu kebahagiaan.

“Dalam alinea pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Jika dirumuskan lebih singkat, maka visi itu sesuai dengan lirik pada stanza kedua Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yakni Indonesia bahagia.”

Menurut Muhadjir, pembangunan manusia pada hakikatnya merupakan pembangunan berbasis kebudayaan. Untuk menghidupkan kreativitas dan keanekaragaman ekspresi budaya, dibutuhkan ruang interaksi yang inklusif.

“Tidak ada keanekaragaman budaya tanpa interaksi yang melibatkan semua golongan,” tuturnya.

Agar tetap menjaga kebinekaan, lanjut Muhadjir, interaksi sosial di masyarakat yang multikultural wajib diberikan ruang. Karena itu, Pekan Kebudayaan Nasional memainkan peranan penting dalam menciptakan ruang untuk interaksi sosial tersebut.

“Salah satu peran kebudayaan nasional di era revolusi industri 4.0 adalah menangkal berbagai ancaman dari luar. Khususnya dari pengaruh ideologi dan pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

“Upaya menangkal ancaman dari luar, terutama dalam pemikiran dan ideologi rak harus dengan kekerasan, tetapi bisa dilakukan lewat pendekatan kebudayaan,” kata Muhadjir menandaskan.

Dirjen Kebudayaan, Kemdikbud Hilmar Farid melaporkan, ada 245 kegiatan dalam perhelatan PKN. Dari jumlah itu, empat diantaranta berupa kompetisi permainan tradisional, enam kompetisi karya budaya, 27 konferensi kebudayaan, 120 pertunjukan, 17 pameran budaya, 10 lokakarya warisan budaya, 50 ragam kuliner tradisional dan puncaknya adalah pawai budaya pada 13 Oktober 2019.

“PKN melibatkan lebih dari 3 ribu peserta dari 26 provinsi, 58 sanggar dan komunitas kebudayaan serta 31 seniman dan musisi Indonesia,” ucapnya.

Hilmar berharap PKN menjadi kegiatan tahunan bidang kebudayaan, seperti halnya Pekan Olahraga Nasional (PON). Jika PON berbasis kompetisi olah raga, maka PKN diharapkan bisa menjadi pemicu kerja kolaborasi antarpegiat kebudayaan nasional di Tanah Air.

“Dalam dunia kebudayaan, kami menyebutnya dengan bahasa kerja sama atau kolaborasi. Ini menjadi landasan pemikiran dari Pekan Kebudayaan Nasional,” kata Hilmar menandaskan. (Tri Wahyuni)