Kemdikbud Gelar Pelatihan bagi Guru Simkom Digital di SMK

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar han pelatiuntuk guru mata pelajaran (mapel) simulasi dan komunikasi (simkom) digital di jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Upaya itu dilakukan sebagau bagian dari revitalisasi pendidikan kejuruan (vokasi).

“Lewat pelatihan ini, kami ingin guru simkom digital dapat mempersiapkan siswanya untuk bersaing di dunia kerja atau mengembangkan wirausaha yang sesuai di era digital,” kata Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, M Bakrun saat membuka pelatihan yang digelar di kampus Bina Nusantara (Binus) Jakarta, Senin (29/7/2019).

Acara yang juga terselengga berkat kerja sama dengan Eduspec dan PT Charisma Multimedia Education itu menampilkan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Guru TIK dan KKPI Indonesia serta Ikatan Guru TIK Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Indra Charismiadji.

Bakrun menjelaskan, pelatihan guru saat ini merupakan bagian dari revitalisasi pendidikan vokasi, yang menjadi prioritas utama dari program Presiden Joko Widodo yang saat ini memasuki periode kedua. Revitalisasi Vokasi diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 9 tahun 2016.

“Revitalisasi dilakukan guna mendorong SMK untuk dapat menyediakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor prioritas nasional seperti pertanian, industri, pariwisata, bahkan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Keberhasilan revitalisasi SMK, lanjut Bakrun, diharapkan dapat meningkatkan
produktivitas tenaga kerja Indonesia di regional maupun luar negeri. Selain mengurangi permasalahan pengangguran usia produktif.

“Revitalisasi SMK meliputi pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, penguatan kewirausahaan, dan penuntasan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi di setiap provinsi,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Indra Charismiadji. Katanya, sudah waktunya SDM Indonesia menjadi pemain utama dalam kancah ekonomi digital, sebagaimana diinginkan Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, lanjut Indra, dibutuhkan SDM ekonomi digital yang handal. Mereka yang tak hanya berdaya nalar tinggi, berpikir kritis dan komputasional, serta dapat berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa global.

“Dan yang tak kalah penting bagaimana meningkatkan kreatifitas mereka dengan menggunakan alat kerja komputer atau gawai,” tuturnya.

Indra mengaku bangga dilibatkan dalam penyusunan kurikulum dan materi Simkom Digital oleh Kemdikbud. Pihaknya akan terjun langsung memberi pelatihan selama 48 jam ditambah 2 jam secara online (dalam jaringan/daring) yang dilakukan setiap minggu. Pelatihan akan berlangsung hingga Oktober 2019.

“Akan saya kawal sendiri pelatihan guru dan implementasinya di sekolah. Bahkan, hingga ke siswanya,” katanya bersemangat.

Dalam menyusun kurikulum itu, Indra menambahkan, pihaknya didukung sejumlah lembaga seperti Carnegie Mellon University dari Amerika Serikat, institusi code.org, Eduspec dan sejumlah akademisi dari Fakultas Sistem Informasi dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara.

Kasubdit Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud, Arie Wibowo Khurniawan menambahkan,
Program pelatihan diikuti 40 guru dari 20 SMK yang berbeda dari berbagai penjuru nusantara.

“Sekolah yang ikut program ini sengaja dipilih bukan dari bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar dapat memperkaya wawasan ekonomi digital dibidang keahlian yang lain. Diharapkan, muncul banyak digital entrepreneur dari berbagai bidang,” katanya.

Ditambahkan, Kemdikbud menargetkan siswa SMK yang telah mendapat materi Simkom digital dapat membuat aplikasi android sendiri. Kompetisi akan dilakukan pada penghujung Oktober 2019 mendatang. Para juaranya akan diikutkan pada lomba coding/pemograman tingkat internasional di Guangzhou, Tiongkok.

“Jika siswa SMK mampu membuat aplikasi android sendiri dan dikomersialkan melalui Google
Playstore, maka otomatis mereka sudah menjadi digital entrepreneur,” kata Arie menandaskan. (Tri Wahyuni)