Kemdikbud Gelar Pelatihan untuk 100 Ribu Dosen Bahas Konten Kuliah Daring

0
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud Paristiyanti Nurwardani. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar pelatihan bagi 100 ribu dosen khusus membahas konten perkuliahan daring. Diharapkan, tak ada lagi proses perkuliahan yang membosankan di awal tahun akademik baru pada September mendatang.

“Pelatihan ini melibatkan sejumlah lembaga pembuat konten dan layanan pembelajaran daring. Diharapkan ada sesuatu yang baru dalam perkuliahan daring pada September mendatang,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud Paristiyanti Nurwardani dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (23/6/20).

Paris menjelaskan, hampir semua perguruan tinggi di Indonesia menggelar perkuliahan daring, setelah pemerintah menetapkan pandemi corona virus disease (covid-19) pada awal Maret 2020 lalu. Baru 1 bulan pelaksanaan, hampir sebagian besar mahasiswa mengeluhkan perkuliahan daring.

Hasil evaluasi yang dilakukan Direktorat Belmawa disebutkan, mahasiswa banyak mengeluhkan perkuliahan daring yang dinilai membosankan. Karena dosen lebih banyak berbicara, dibanding mengajak mahasiswa diskusi. Setiap dosen memberi tugas, sehingga mahasiswa merasa kelebihan beban.

“Beberapa perbaikan yang dilakukan, terutama dari sisi kompetensi dosen dalam pembelajaran daring, infrastruktur jaringan internet serta pemanfaatan teknologi agar pembelajaran jadi lebih efisien dan ekonomis,” ujarnya.

Ditambahkan, program pelatihan tersebut sebenarnya menyasar kepada 300 ribu dosen. Karena keterbatasan dana, maka pelatihan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) itu dibatasi untuk 100 ribu dosen. Diharapkan, dosen bisa saling berbagi materi pembelajaran daring tersebut dengan dosen dari kampus lain.

Pelatihan pmbelajaran daring, menurut Paris, selaras dengan kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yaitu ‘Merdeka Belajar: Kampus Merdeka’. Mahasiswa mendapat kebebasan belajar di luar program studinya. Kebijakan itu mempermudah mahasiswa dalam memperkaya wawasan sebagai pembelajar yang merdeka.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ditjen Dikti, Kemdikbud Aris Junaidi menjelaskan, pelatihan pembelajaran daring dilakukan agar dosen di seluruh Indonesia memiliki standar dan kompetensi yang sama. Sehingga kualitas pembelajaran daring tetap terjaga.

“Pelatihan ini sekaligus jadi penyegaran dan peningkatan keterampilan bagi para dosen dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran daring agar lebih menyenangkan,” ujar Aris.

Ditambahkan, pembelajaran daring juga membuka kesempatan kolaborasi, sehingga mahasiswa dapat mengambil kuliah lintas prodi bahkan lintas kampus. Dosen juga dapat berkolaborasi dengan rekan dosen lainnya dalam menyusun dan memberi materi kuliah.

“Pelatihan berseri untuk dosen digelar setiap pagi dan sore hari agar prosesnya berjalan dengan efektif. Karena, meski dilakukan daring, tujuan pelatihan diharapkan bisa tercapai,” tuturnya.

Pelatihan bertajuk ‘Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) dan Inovasi Modul Digital (IMD) itu dilaksanakan secara webinar menggunakan platform Cisco Webex Event, Zoom Webinar, dan Live Streaming Youtube. Series pelatihan ini dilakukan secara berkala 2-3 kali seminggu selama 2 bulan ke depan atau bahkan bisa lebih jika dibutuhkan.

Pendaftaran dan informasi pelaksanaan series Pelatihan Pembelajaran Daring dapat diakses pada laman https://spada.kemdikbud.go.id/pages/jadwal-seminar. (Tri Wahyuni)