Kemdikbud Gelar RNPK 2019, Kini Libatkan Peran Swasta

0
Foto: (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdikbud) kembali menggelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK). Perhelatan tahun ini diharapkan jadi momentum dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Tahun ini, RNPK melibatkan kalangan swasta guna menyelarasakan pendidikan dan dunia kerja. Terutama pada pendidikan kejuruan,” kata Ketua Panitia Pengarah RNPK 2019, Ananto Kusuma Seta kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Ananto dalam kesempatan itu didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemdikbud, Suharti.

RNPK 2019 akan diselenggarakan di gedung milik Kemdikbud di kawasan Depok, Jawa Barat pada 11-14 Februari 2019. Perhelatan yang diikuti 1.232 peserta itu, rencananya dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Ananto menjelaskan, kehadiran pelaku usaha dan industri seperti PT Astra International dan PT Benih Citra Asia Jember dalam RNPK menjadi penting, guna berbagi praktik baik. Hal itu akan memberi penguatan pada pendidikan vokasi.

“Penyelenggaraan RNPK akan jadi wadah untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan dan kebudayaan,” ucap Ananto yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemdikbud itu.

Ananto kembali berharap, RNPK 2019 dapat membangun sinergi antara pusat dan daerah serta masyarakat untuk keberhasilam program prioritas pemerintah. Selain juga ikut merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2020.

Ditanya soal isu utama dalam RNPK 2019, Ananto mengatakan, materinya tak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, mulai dari penataan guru, revitalisasi pendidikan vokasi, sistem zonasi pendidikan, pemajuan kebudayaan serta penguatan sistem perbukuan dan literasi.

“Pendidikan vokasi masih menjadi isu utama karena masih ada persoalan dalam pengembangannya. Kita masih kekurangan guru kejuruan, terutama bidang ilmu yang terbilang langka di kemaritiman. Melalui RNPK ini, kami harap ada solusi terkait atas kendala semacam itu,” ujarnya. (Tri Wahyuni)