Kemdikbud Jajaki Pertukaran Mahasiswa hingga Amerika dan Kanada

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah menjajaki kerja sama dengan universitas di Amerika dan Kanada. Kerja sama tersebut dituangkan lewat Program Indonesia International Student Mobility Awards (IlSMA).

“IISMA digagas Kemdikbud untuk program pertukaran mahasiswa yang akan memberi atmosfer pembelajaran di kampus luar negeri,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti Kemdikbud, Aris Junaidi dalam keterangan pers, Rabu (14/4/2021).

Program pertukaran mahasiswa pada tahap awal menyediakan kuota hingga 1000 mahasiswa Indonesia. “Penjajakan dengan kampus di Amerika dan Kanada terus dilakukan secara daring. Semoga target 1000 mahasiswa tersebut bisa tercapai,” ucapnya.

Ditambahkan, perguruan tinggi yang berminat menjadi calon mitra diharuskan mengirim proposal berisi program atau kegiatan yang akan diikuti mahasiswa Indonesia. Program tersebut disertai ketentuan lainnya seperti pembiayaan, mata pelajaran dan sebagainya.

“Mahasiswa peserta IISMA nantinya akan belajar selama 1 semester di kampus terkemuka dunia di Amerika dan Kanada. Kegiatan itu dikonversikan setara 20 satuan kredit semester (SKS) atau 3-4 mata kuliah,” tuturnya.

Aris menyebut, program tersebut difasilitasi Kemdikbud secara penuh mulai dari biaya kuliah, buku, biaya hidup, asuransi kesehatan, transportasi, visa dan dana darurat.

“Kesempatan ini dapat dimaksimalkan mahasiswa dengan menimba ilmu seluas-luasnya di universitas terkemuka di Amerika dan Kananda. Namun, hanya mahasiswa yang memenuhi kualifikasi yang bisa mengikuti program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Subpokja Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia, Junaidi menuturkan, program pertukaran mahasiswa di luar negeri diharapkan tak hanya memberi pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengikuti mata kuliah dan kegiatan bagi mahasiswa internasional.

“Pengalaman itu diharapkan bisa menjadi bekal bagi mahasiswa untuk karirnya di masa depan. Selain juga memperluas wawasannya terhadap dunia secara global,” kata Junaidi.

Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua Sub Pokja Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia, Rahmat Sriwijaya. Ia berharap, mahasiswa Indonesia dapat berangkat ke kampus tujuan, meski pembelajaran digelar secara daring karena pandemi covid-19.

“Dengan berangkat ke kampus tujuan, mahasiswa tak hanya memiliki pengalaman belajar di kelas internasional tapi juga pengalaman tinggal di luar negeri,” ucap Rahmat. (Tri Wahyuni)