Kemdikbud Mencari Fasilitator dan Pendamping untuk Guru Penggerak

0
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka peluang bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon guru penggerak. Dibutuhkan sedikitnya 280 orang fasilitator dan 560 orang pendamping.

“Pencarian ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan melalui Program Guru Penggerak,” kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril, dalam siaran pers, Jumat (12/6/20).

Mengutip hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Iwan menyebut posisi Indonesia terus berada pada peringkat terendah dari tahun ke tahun. Untuk itu, diperlukan berbagai cara untuk menaikkan hasil belajar siswa.

“Salah satunya, bagaimana meningkatkan kompetensi guru melalui Program Guru Penggerak ini,” ujarnya.

Iwan berharap Guru Penggerak bersama para tim pendukungnya akan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi global, namun tetap berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

“Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Mereka juga diminta menciptakan ekosistem pendidikan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa,” tuturnya.

Ditambahkan, tahun ini kebutuhan fasilitator sebanyak 280 orang dan 560 pendamping guru penggerak. Fasilitator dan pendamping merupakan kunci untuk memastikan program memberi dampak yang baik serta keberlangsungan program Guru Penggerak.

“Untuk fasilitator, peluang diberikan kepada para widyaiswara. Fasilitator berperan dalam memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak.

Posisi pendamping dapat diisi oleh guru, kepala sekolah dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman praktik konsep Merdeka Belajar. Sedangkan partisipan akan berperan sebagai pelatih dan mentor bagi para calon Guru Penggerak.

Para pendamping diharapkan menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam penerapan Merdeka Belajar di sekolah. Mereka akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan dan memberi umpan balik yang konstruktif.

Rekrutmen fasilitator akan dibuka selama 15-24 Juni 2020. Sedangkan rekrutmen pendamping dibuka pada 15-26 Juni 2020. Informasi kriteria, proses rekrutmen dan pendaftaran dapat diikuti pada laman kemdikbud.go.id. (Tri Wahyuni)