Kemdikbud Paparkan Capaian Kebijakan Selama Pandemi Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memaparkan sejumlah terobosan yang dilakukan untuk pembelajaran selama masa pandemi corona virus disease (covid-19). Terutama pemberian dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) Afirmasi dan BOS Kinerja untuk sekolah negeri dan swasta.

“Untuk pertama kalinya, Kemdikbud memberi dana BOS afirmasi dan BOS kinerja untuk sekolah swasta yang mengalami krisis keuangan,” kata Nadiem Makarim dalam keterangan pers seputar pencapaian pada 2020 dan sasaran pada 2021, Selasa (5/1/21).

Hadir dalam acara yang digelar secara virtual itu seluruh pejabat eselon 1 di lingkungan kerja Kemdikbud.

Selain itu, Kemdikbud juga membuat kurikulum dan modul pembelajaran di masa pandemi covid-19. Modul mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua dan siswa.

Di jenjang pendidikan tinggi, lanjut Nadiem, Kemdikbud akan terus memberi dukungan secara maksimal kepada mahasiswa agar tetap bisa kuliah dengan baik di masa pandemi. Pimpinan perguruan tinggi dapat memberi keringanan uang kuliah tunggal (UKT) atau memberlakuan UKT baru yang lebih rendah untuk mahasiswa terdampak pandemi.

“Mahasiswa tak wajib bayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali yaiti sedang menunggu kelulusan.

“Ini merupakan bukti pemerintah mendengar dan berupaya mengurangi beban mahasiswa yang terdampak krisis covid-19. Kerangka regulasi ini kita berikan agar semua perguruan tinggi negeri bisa segera melakukan keringanan UKT untuk mahasiswanya yang terdampak,” tuturnya.

Ditambahkan, Kemdikbud memberi bantuan UKT atau biaya perkuliahan kepada 410 ribu mahasiswa semester 3, 5 dan 7 baik di perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta dengan menggunakan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang ada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

Bantuan lainnya adalah Kemdikbud memberi bantuan subsidi upah kepada 1,6 juta pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, 374 ribu PTK Pendidikan Tinggi dan 48 ribu pelaku budaya dan seni.

Kemdikbud juga memberi bantuan kuota data internet untuk mendukung belajar dari rumah selama masa pandemi. Hingga saat ini ada 36 juta peserta didik dan tenaga pendidik telah menerima bantuan kuota data internet yang dikirim setiap bulannya.

Selama masa pandemi, ada kenaikan penguna portal Rumah Belajar yang dikembangkan Kemdikbud. Pengguna baru Rumah Belajar pada 2020 ada sekitar 7,79 juta orang dengan jumlah kunjungan sebanyak 105,5 juta kehadiran.

Ditambahkan, Kemdikbud juga memberi bantuan kepada 13 rumah sakit pendidikan sebagai Pusat Penanganan covid-19. Selain mengajak 20.690 mahasiswa bidang kesehatan untuk menjadi relawan pengendalian covid-19.

“Kemdikbud meningkatkan kualitas dan kapasitas Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang pada awalnya ditargetkan 26 rumah sakit, tetapi realisasinya mencapai 66 rumah sakit pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” katanya.

Selain itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga memfasilitasi 235 institusi untuk menghasilkan alat pelindung diri (APD), reagen dan alat deteksi covid-19 dengan RT-PCR.

Di bidang bahasa, Kemdikbud melalui Badan Pengembangan dan Perlindungan Bahasa telah meluncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah. (Tri Wahyuni)