Kemdikbud Terbitkan Kurikulum Darurat dan Relaksasi Peraturan untuk Guru

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 719/P/2020.

“Kurikulum darurat ini memberi fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media ‘Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat (7/8/20).

Hadir dalam kesempatan itu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Menteri Agama, Fachrul Razi, Sekjen Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi dan Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Hudori.

Nadiem menambahkan, satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam melaksanakan pembelajaran dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional, kurikulum darurat atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

“Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih tiga opsi, yaitu kurikulum nasional, kurikulum darurat atau penyederhanaan kurikulum secara mandiri,” ucapnya.

Dijelaskan, kurikulum darurat disiapkan Kemdikbud dengan cara menyederhanakan kurikulum nasional. Ada pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran, sehingga guru dan siswa dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemdikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah. Modul tersebuy mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua dan peserta didik.

“Opsi kurikulum dipilih, dengan catatan siswa tidak terbebani tuntutan penuntasan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Pelaksanaan kurikulum berlaku hingga akhir tahun ajaran,” kata Mendikbud.

Ditambahkan, modul belajar untuk PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari. Untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali.

“Modul tersebut diharapkan mempermudah guru saat memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah. Selain membantu orangtua dalam mendapatkan tips dan strategi saat mendampingi anak belajar dari rumah,” ucapnya.

Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi covid-19 dan berpotensi tertinggal, Mendikbud mengimbau guru untuk melakukan asesmen diagnostik. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Asesmen non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa, seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah serta kondisi keluarga siswa,” ujarnya.

Asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal.

Nadiem mengemukakan, pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Guru tak lagi harus memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu. Dengan demikian, guru dapat fokus memberi pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam.

Mendikbud berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan di masa pandemi covid-19. Orangtua dapat aktif alam kegiatan proses belajar mengajar di rumah. Guru juga dapat meningkatkan kapasitas diri dalam pembelajaran interaktif. Sementara sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat.

“Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” kata Nadiem menandaskan. (Tri Wahyuni)