Kemdikbudristek dan OASE KIM Dorong PAUD Ciptakan Budaya Anti Sampah Plastik

0

JAKARTA (Suara Karya): Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mendorong satuan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk menciptakan budaya anti sampah plastik.

Ketua Bidang 1 OASE KIM, Franka Makarim dalam webinar bertajuk ‘Edukasi Penanganan Sampah Plastik pada Satuan PAUD, di Jakarta, Kamis (22/12/22) mengatakan, penanganan sejumlah isu lingkungan hingga saat ini masih menjadi isu besar yang belum terselesaikan.

Ia mencontohkan kelangkaan energi, perubahan iklim dan manajemen keberlanjutan di Indonesia yang bermula dari persoalan sampah.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2021, menyebut, jumlah volume sampah di Indonesia mencapai 18 juta ton, sementara yang dikelola secara baik baru 73 persen atau 13,2 juta ton sampah.

Menurut Franka, hal itu terjadi akibat masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang manajemen pengelolaan limbah dan sampah. “Tak heran jika sampai hari ini masih banyak orang buang sampah sembarangan, tidak melakukan pemilahan sampah atau berusaha mengurangi produksi sampah yang dihasilkan sehari-hari,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Franka, bukan berarti masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi tumpukan sampah. Upaya yang bisa dilakukan adalah mendorong anak-anak mengamalkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

“Salah satu prinsip dari Profil Pelajar Pancasila adalah memiliki kesadaran lingkungan dengan perilaku positif,” ujar Franka yang juga menjabat Ketua Dharma Wanita Pembangunan (DWP) itu.

Ia menilai perlunya penanaman kesadaran, pemahaman, dan kepedulian tentang pengelolaan sampah sedini mungkin. Dengan begitu, masyarakat akan terbiasa untuk mengolah sampah dengan tepat.

“Mulai hari ini kita harus mendorong anak usia dini untuk menerapkan edukasi penanganan sampah plastik secara optimal di satuan PAUD,” ucapnya.

Salah satu konsep penting yang perlu diajarkan kepada anak dalam mengurangi sampah adalah menggunakan kembali dan mendaur ulang (recycle) produk yang berbahan baku plastik.

Prinsip dasar yang perlu ditumbuhkan di satuan PAUD adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran bahwa sampah berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

“Para pendidik maupun orang tua harus mengajarkan tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah. Gunakan kembali barang plastik yang masih bisa digunakan dan hindari penggunaan plastik sekali pakai,” katanya.

Dalam mendaur ulang plastik, lanjut Franka, anak-anak bisa diajarkan untuk berkreasi menghasilkan barang yang berguna dari sampah plastik yang ada di sekitarnya.

“Kita perlu memberi contoh dan menjadi panutan yang baik bagi anak melalui perilaku kita sehari-hari. Kita perlu mengambil pelajaran terkait praktik baik penanganan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan,” ucap Franka.

Narasumber lain yang tampil, antara lain Kepala Sekolah Al Firdaus, Karawang, Siti Marini; Senior Manager Danone Indonesia, Jeffry Ricardo; Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial, Nur Aini. (Tri Wahyuni)