Kemdikbudristek Dukung PNUP dan PT PJB Kembangkan Energi Terbarukan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mendukung kerja sama yang dilakukan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dalam mengembangkan energi terbarukan. Upaya itu akan memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan industri.

Penandatanganan ‘Momerandum of Understanding’ (MoU) dilakukan oleh Direktur PNUP Muhammad Anshar dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi PT PJB Karyawan Aji, di Makassar, Kamis (27/1/22).

Terkait kerja sama itu, Dirjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Wikan Sakarinto dalam kesempatan terpisah, mengatakan, kerja sama itu relevan dengan nawacita pemerintah, yang menempatkan pendidikan vokasi sebagai ujung tombak pengembangan industri di Indonesia.

“Kerja sama ini merupakan satu bukti integrasi antara pendidikan vokasi dan dunia kerja semakin erat. Keeratan yang dimaksud adalah adanya sinkronisasi dalam program yang berdampak ada mutu lulusan pendidikan vokasi. Selain menciptakan hal-hal yang baru,” kata Wikan.

Hal senada dikemukakan Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi PT PJB Karyawan Aji. Kerja sama dengan PNUP selaku perguruan tinggi vokasi sangat relevan dengan perkembangan energi terbarukan.

“Target PJB adalah sekitar 25 persen menggunakan energi terbarukan ada 2025. Untuk kawasan Sulawesi, kami butuh spesifikasi tenaga desain, operator yang semuanya harus memiliki sertifikasi,” ujar Aji.

Untuk itu, kerja sama dengan PNUP akan memecahkan solusi tentang sumber daya manusia melalui berbagai inovasi yang dikembangkan PT PJB. Salah satunya inovasi yang membanggakan adalah ‘Automatic Vibration Monitor Calibrator’ (AVATOR) untuk menguji getaran dengan biaya rendah di pembangkit listrik

“Salah satu pencapaian PT PJB yang terbaik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah AVATOR. Alat tersebut merupakan karya anak bangsa yang paling prospektif saat ini,” ucapnya.

Dijelaskan, AVATOR adalah alat monitoring getaran yang merupakan jantung peralatan pada proteksi mesin pembangkit, baik Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Lewat kerja sama ini, diharapkan lulusan PNUP dapat mengusi kebutuhan pekerjaan di bidang operator, transmisi dan tenaga desain. “Ke depan, kami butuh lulusan pendidikan vokasi untuk mengisi jabatan atau lowongan di perusahaan kami,” kata Aji menegaskan.

Direktur PNUP Muhammad Anshar mengatakan kerja sama dengan PT PJB sesuai dengan program studi yang ada di PNUP, yaitu magister terapan energi terbarukan. “Kami mengapresiasi PT PJB yang mau bekerja sama dengan PNUP sebagai bagian dari inovasi pengembangan energi terbarukan,” tuturnya.

Setelah penandatangan kerja sama di Kampus I PNUP, rombongan PT PJB melanjutkan kunjungan ke laboratorium konversi energi dan laboratorium listrik Kampus 2 PNUP, di Moncongloe Maros. (Tri Wahyuni)