Kemdikbudristek Kembali Gelar ISODEL, Targetkan 1000 Peserta

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar International Symposium on Open, Distance and e-Learning (ISODEL) pada 1- 3 Desember 2021.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdikbudristek Suharti dalam keterangan pers secara daring, Rabu (28/10/21) menargetkan sekitar 1000
partisipan akan mendaftar di ISODEL 2021. Sosialisasi kegiatan akan digencarkan melalui serial webinar bertajuk ‘Road to ISODEL’.

“Banyak manfaat yang akan didapat dari peserta di ISODEL 2021. Salah satunya, makalah yang terpilih akan diterbitkan melalui mitra yang bekerja sama dengan jurnal terindeks oleh Scopus atau SINTA,” kata Suharti menegaskan.

Sekadar informasi, Scopus adalah pangkalan data pustaka yang mengandung abstrak dan sitiran artikel jurnal akademik. Scopus mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit. Dari jumlah itu, 20.000 di antaranya merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran dan ilmu sosial.

Sedangkan SINTA (Science and Technology Index) adalah teknologi yang dapat menilai kinerja jurnal berdasarkan standar akreditasi dan sitasi.

Untuk itu, makalah dapat dikirimkan melalui email isodel@kemdikbud.go.id dan website isodel.kemdikbud.go.id. Pada malam ini sebagai sebuah bagian dari rangkaian ISODEL 2021, Pusdatin telah membuka registrasi di laman isodel.kemdikbud.go.id.

Pernyataan senada dikemukakan Kepala Pusdatin, Muhammad Hasan Chabibie. Ia mengaku bangga ISODEL bisa kembali digelar setelah vakum dalam 2 tahun terakhir ini. Tema ISODEL 2021 adalah
‘Teknologi Pendidikan di Era Normal Baru Sekarang dan Akan Datang’.

“Pusdatin berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, peneliti, pendidik, akademisi komunitas dan praktisi di Indonesia maupun seluruh dunia, guna menanggapi dinamika dan tantangan yang ada,” ujarnya.

Menurut Chabibie, penyelenggara ISODEL menjadi penting di era teknologi informas dan komunikasi (TIK) saat ini. Terjadinya pandemi covid-19 semakin mendorong penggunaan TIK dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti pembelajaran daring bagi siswa, kerja dari rumah hingga pemesanan barang secara online.

“Dinamika di sektor pendidikan terkait pemanfaatan teknologi tak dapat dipisahkan dari transformasi pendidikan. Hal itu menjadi sebuah keharusan, karena melibatkan banyak sekali aspek yang memungkinkan terjadinya inovasi,” ujarnya.

Disebutkan, sub tema ISODEL 2021 adalah industry 4.0: Big Data, IoT, AI, Fintech, VR dan AR, permainan, kelas dan kuliah daring, statistik, seminar daring. Kedua adalah transformasi pendidikan digital: menutup kesenjangan digital, menjangkau daerah terpencil, akses terbuka, pembelajaran fleksibel dan akses disabilitas.

Ketiga, lanjut Chabibie, adalah pendidikan karakter: literasi digital, keterampilan abad 21 dan keterampilan hidup. Dan keempat adalah pendidikan vokasi 4.0: sertifikasi profesi, penjaminan mutu, intergrasi pendidikan vokasi ke industri 4.0, kompetensi dan kualifikasi. Kelima adalah TIK untuk pelestarian budaya.

Berikut beberapa tahap kegiatan terkait dengan ISODEL 2021. Dimulai dari pra peluncuran ISODEL; kemudian sosialisasi dengan Indonesian Distance Learning Network (IDLN), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), dan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).

Perhelatan itu juga melibatkan beberapa kementerian seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Kementerian Pertahanan (Kementan), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) serta beberapa operator seluler dan start-up pendidikan yang bekerja sama dengan Pusdatin.

Selain itu, ada beberapa kegiatan stan pameran, panggung dan agenda yang akan dilaksanakan dalam ISODEL 2021. Diantaranya, panel diskusi melalui webinar, bincang seputar ISODEL melalui Podcast), Media Center Lounge, ruang pamer, Leaders Talk Zoom Meeting, Creative Gallery & Culture, Educational Technology Gallery dan Main Stage Entertainment.

Pada kesempatan yang sama, Sesjen Kemdikbudristek menyampaikan pemaparan dengan tema “Strategi Pembelajaran di Masa Pandemi dan Era Kebiasaan Baru’. Ada 2 topik bahasan, yaitu bagaimana Kemdikbudristek mendorong pemulihan pasca pandemi di sektor pendidikan dan strategi Kemdikbudristek di era kebiasaan baru.

Disebutkan, 4 hal yang dipersiapkan Kemdikbudristek untuk mendorong pemulihan pascapandemi, yaitu kesiapan pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, disiplin protokol kesehatan (prokes), screening masuk satuan pendidikan dan pengawasan oleh warga satuan pendidikan.

“Strategi dilakukan Kemdikbudristek tetap mengacu pada konsep Merdeka Belajar sebagai payung utamanya. Sehingga tercipta pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dalam mewujudkan strategi itu, ada beberapa platform yang bisa digunakan. Yaitu, manajemen sumber daya sekolah, platform guru penggerak, platform kesiapan karir dan platform kurikulum. Di antara 4 platform tersebut, beberapa platform yang sudah dijalankan.

“Saat ini kita harus memastikan satuan pendidikan, mulai dari murid, guru dan tenaga pendidik tak hanya aman, tetapi juga tetap berkualitas,” ucap Suharti.

Untuk itu, berbagai macam teknologi didorong agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan lebih baik dan harapannya semakin banyak yang mendaftarkan diri untuk berbagi ilmu di ISODEL 2021.

Disebutkan, 11 sumber belajar yang dikelola Kemdikbudristek, yaitu portal bersama hadapi korona; rumah belajar; tv edukasi; pembelajaran digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC; guru berbagi; LMS Siajar; aplikasi daring untuk paket A, B, C; membaca digital; suara edukasi; tatap muka daring melalui program SAPA DRB; dan program belajar dari rumah.

Kesebelas sumber belajar itu dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar secara gratis bagi masyarakat Indonesia. Capaian salah satu sumber belajar yakni Portal Rumah Belajar yang kini memiliki lebih dari 21 Juta pengguna.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam menyatakan, perguruan tinggi melakukan adaptasi yang sangat pesat sehingga mampu mengakselerasi pembelajaran secara daring selama hampir 2 tahun pandemi covid-19.

“Dukungan mulai dari penguatan jaringan internet, lewat kerja sama dengan Kominfo, memperkuat moodle sebagai platform nasional melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA), serta Learning Management System (LMS) melalui Google Classroom,” kata Nizam.

Penguatan SPADA sebagai platform pembelajaran daring berskala nasional untuk seluruh perguruan tinggi terus diupayakan. Ia meyakini, hikmah dari pandemi terjadinya akselerasi penggunaan teknologi digital dalam pendidikan seperti pembelajaran daring dan transformasi digital di perguruan tinggi, serta perluasan akses pemanfaatan teknologi.

“Tak hanya itu, penelitian dari perguruan tinggi juga banyak dilakukan selama masa pandemi lewat riset-riset terapan yang menghilir. Kampus Mengajar juga memastikan pembelajaran berjalan untuk seluruh anak-anak.

“Jadi ini bentuk dari pembelajaran terbuka, di mana semua orang bergotong royong memastikan pembelajaran tetap terjadi di masa pandemi,” ucap Nizam.

Pada 2021, Ditjen Diktiristek telah meresmikan ICE Institute sebagai MOOC Nasional yang berkolaborasi dengan 15 perguruan tinggi untuk bersama-sama menyediakan pembelajaran jarak jauh melalui e-learning yang dapat diakses mahasiswa dari Sabang sampai Merauke.
(Tri Wahyuni)