Kemdikbudristek Luncurkan Gernas BBI Aroma Maluku

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Aroma Maluku. Gernas akan menjadi sarana sosialisasi pendidikan vokasi dan program pemajuan kebudayaan.

“Gernas BBI akan mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku untuk promosi narasi rempah dan kekayaan alamnya melalui digital marketing. Diharapkan, potensi lokal bisa maju ke panggung global,” kata Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim secara daring, Jumat (24/9/21).

Program utama dari Gernas BBI Aroma Maluku, diantaranya pelatihan pemasaran digital untuk pelajar vokasi dengan pemateri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi e-Commerce Indonesia dan Komunitas Pegiat UMKM.

“Gernas BBI jadi langkah strategis untuk memulihkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Peluncuran Gernas BBI Aroma Maluku ditandai dengan pemukulan alat musik tifa oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdikbudristek, Suharti.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto; Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid; Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Nizam; dan Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia, Hilmi Adrianto.

Dirjen Diksi Wikan Sakarinto menjelaskan, Gernas BBI akan mengikutsertakan satuan pendidikan dari berbagai jenjang dan jalur untuk berpartisipasi. Tujuannya untuk pengembangan UMKM agar cepat pulih secara ekonomi pascapandemi.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas lebih dari seribu satuan pendidikan vokasi serta UMKM Maluku, guna memperluas pemasaran produk dan layanannya. Semua transaksi dilakukan secara digital,” tuturnya.

Wikan mengajak semua pihak untuk menggaungkan kebanggaan terhadap produk dalam negeri. “Jika bukan kita siapa lagi. Jika tidak sekarang kapan lagi. Untuk itu mari kita bela, beli dan belanja produk lokal,” katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji menyampaikan, begitu banyak potensi daerah mulai dari rempah, makanan, kain dan masih banyak produk lainnya. “Kami bangga, ajang ini sebagai langkah promosi produk unggulan kami,” ujarnya.

Terkait konteks pendidikan vokasi, Pemerintah Provinsi Maluku akan menggunakan ajang ini sebagai promosi. “Kami pertemukan kebutuhan industri dengan SMK. Kami akan ikutsertakan produk UMKM dan produk buatan SMK,” kata Insun.

Sementara itu, Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia, Hilmi Adrianto mengungkapkan komitmen pihaknya untuk memajukan UMKM di masa pandemi. “Kami akan melakukan digitalisasi UMKM agar segera ‘onboard’ dalam platform digital. Kami juga akan ciptakan pasarnya lewat beragam promosi dan kampanye agar semakin banyak yang beli produk buatan Indonesia,” kata Hilmi.

Bank Indonesia memandang pemberdayaan UMKM yang menjadi salah satu tujuan Gernas BBI dapat menciptakan kemandirian, kesejahteraan sosial, dan pemerataan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengemukakan, pemberdayaan UMKM akan mengubah kelompok yang sebelumnya penerima bantuan menjadi mandiri sebagai pelaku usaha.

“Inilah pentingnya pemberdayaan UMKM dari sisi kesejahteraan sosial dan pemerataan,” ucap Yunita.

Merukuk pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2021, Pemerintah membentuk Tim Gernas BBI untuk melaksanakan kegiatan guna mempercepat pencapaian target Gernas BBI, lenyelarasan program Gernas BBI lewat kampanye publik, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencapaian target Gernas BBI serta pelaporan data perkembangan Gernas BBI.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Gernas BBI bekerja sama dengan pemerintah daerah, asosiasi, industri, organisasi profesi, akademisi, dan media. Gerakan itu berupa pendataan, pelatihan, akses permodalan, perluasan pasar, pelaksanaan kampanye, penganggaran dan stimulus ekonomi.

Gernas BBI Aroma Maluku diselenggarakan Kemdikbudristek melalui kolaborasi antara Ditjen Diksi dan Ditjen Kebudayaan, didukung unit utama di lingkungan Kemdikbudristek bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Maluku, serta beberapa mitra strategis, yaitu Garuda Indonesia, RRI, TVRI, Antara, Trans Group dan Tokopedia.

Dukungan penyelenggaraan acara juga diberikan oleh Kemenkominfo dan Bank Indonesia (BI).

Beberapa rangkaian kegiatan Gernas BBI Aroma Maluku antara lain, pelaksanaan lomba UMKM dan konten video, pelaksanaan webinar dan lokakarya, serta pelatihan UMKM. Puncak acara direncanakan pada 16 November 2021 di Ambon.

Peluncurkan Gernas BBI Aroma Maluku disertai peluncuran logo, maskot dan jingle yang menjadi identitas kampanye bersama. Informasi lengkap terkait Gernas BBI dapat disimak di laman belanjaciptamaluku.kemdikbud.go.id atau akun instagram @belanja.cipta.nusantara. (Tri Wahyuni)