Kemdikbudristek Luncurkan MB Episode 18: Dana Indonesiana

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

meluncurkan Merdeka Belajar (MB) Episode 18: Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesiana, di Jakarta, Rabu (24/3/22).

Peluncuran tersebut juga bisa disaksikan melalui kanal Youtube resmi Kemdikbudristek.

Mendikbudristek dalam sambutannya menyatakan, lewat Dana Indonesiana, pemerintah ingin hadir dan bergerak bersama masyarakat untuk memulihkan kebudayaan dari situasi pandemi.

“Selain juga mendorong pemajuan kebudayaan dengan dukungan dana abadi yang sifatnya lebih stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dana Indonesia akan menggunakan sistem pemanfaatan anggaran negara yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ekspresi budaya yang bersifat eksperimentatif, spontan, dan berjalan lintas tahun.

Disebutkan dua poin kunci yang memungkinkan pemajuan kebudayaaan berlangsung secara stabil dan berkelanjutan melalui Dana Indonesiana. Pertama, Dana Indonesiana tidak akan pernah digunakan untuk kebutuhan lain diluar bidang kebudayaan. Dana tersebut akan diinvestasikan selamanya.

Dengan skema dana abadi, lanjut Nadiem, Dana Indonesiana hanya dapat meningkat dan tidak akan pernah berkurang. Hal itu mengurangi dampak fluktuatif dari anggaran negara untuk sektor kebudayaan.

“Kedua, Dana Indonesiana dirancang khusus untuk sektor kebudayaan, sehingga hasil pengembangan dana tersebut bisa digunakan oleh pelaku budaya lebih fleksibel dan lintas tahun. Standar biayanyanlebih sesuai dengan kebutuhan kegiatan dan pelaku budaya,” ujarnya.

Nadiem menjelaskan, 4 spektrum dukungan yang terwadahi dalam Dana Indonesiana. Pertama, dukungan terhadap organisasi, lembaga dan ruang budaya secara berkelanjutan. Kedua, dukungan terhadap produksi dan distribusi karya seni. Dampaknya adalah meningkatnya keragaman ekspresi budaya oleh para pelaku budaya.

Ketiga, dukungan terhadap karya-karya terbaik Indonesia untuk berkiprah di panggung internasional. Keempat, dukungan untuk kerja-kerja riset dan kajian yang bermanfaat bagi pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya.

“Jika seluruh aspek budaya ini membaik secara signifikan, maka identitas budaya dan ketahanan budaya kita akan semakin kuat. Nilai-nilai kebudayaan akan berdampak besar pada kohesi sosial masyarakat Indonesia,” katanya.

Sebelum menutup pemaparannya, Mendikbudristek menekankan semangat gotong royong dan kolaborasi dari Dana Indonesiana sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

“Selain lembaga pemerintah, yaitu Kemdikbudristek dan Kemenkeu, ada Dewan Pengarah Program dan Komite Seleksi Substansi, yang beranggotakan para ahli di bidang kebudayaan, seniman, dan penggerak masyarakat bidang kebudayaan,” ucapnya.

Para pemangku kepentingan bidang kebudayaan ini tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi berperan penting dalam perancangan sistem pengelolaan Dana Indonesiana.

Sejak tahun 2020, Kemendikbudristek telah meluncurkan 18 episode Merdeka Belajar. Rangkaian terobosan Merdeka Belajar merupakan upaya komprehensif yang dilakukan untuk mewujudkan sistem pendidikan, tata kelola kebudayaan, serta ekosistem riset dan teknologi yang maju, berkualitas, dan inklusif untuk seluruh masyarakat Indonesia. (Tri Wahyuni)