Kemdikbudristek Luncurkan Pendanaan Revitalisasi LPTK lewat PPG

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Kelembagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Program Pendanaan Revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Pendanaan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) melalui Program Pendidikan Guru (PPG),” kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Diktiristek Nizam dalam acara yang digelar secara daring, Senin (11/4/22).

Disebutkan, ada 76 LPTK yang telah menggelar PPG, dan 59 LPTK diantaranya sudah terakreditasi. Jumlah itu masih kurang dari seluruh bidang studi yang ada. Persebarannya pun tidak merata.

“Percepatan dan penyelesaian PPG menjadi salah satu program prioritas dan strategis di Kemdikbudristek,” kata Nizam menegaskan.

Nizam berharap program revitalisasi LPTK dapat menjawab tantangan dan dinamika di industri 4.0 untuk meningkatkan literasi dan numerasi warga negara yang masih rendah agar tidak terlarut dalam hoaks ketika membaca, memahami dan memaknai perkembangan dinamika kehidupan modern.

Plt Sekretaris Ditjen Diktiristek, Tjitjik Sri Tjahjandarie dalam laporan menjelaskan, revitalisasi LPTK dilaksanakan dalam bentuk program pendanaan kepada konsorsium LPTK. Program bersifat kompetitif itu dijalankan oleh konsorsium LPTK yang terdiri atas satu ketua dengan paling sedikit 6 anggota. Bantuan diberikan maksimal Rp5 miliar per penerima program.

“Dibuat dalam skema konsorsium agar program tersebut bisa dilakukan secara masif dan berdampak pada sebagian LPTK yang ada. Nantinya, akan dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana alokasi dana revitalisasi LPTK dapat berdampak pada kualitas LTPK,” ucap Tjitjik.

Direktur Kelembagaan Lukman menyebut, biaya program revitalisasi LPTK sekitar Rp40 miliar. Komponen biaya, untuk peralatan maksimum 20 persen dari total anggaran. Tentang pengembangan staf, disarankan upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas dilakukan melalui lokakarya, ‘workshop’ atau bimtek yang disusun dalam proposal.

“Terkait manajemen program hanya 5 persen maksimumnya dari total anggaran dari yang diusulkan kepada Direktorat Kelembagaan,” tuturnya.

Adapun pengajuan proposal diajukan ketua konsorsium dengan mencantumkan 5 fokus kegiatan, yakni penambahan jumlah Program Studi PPG, penambahan jumlah bidang studi pada Program Studi PPG, dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas LPTK dalam penyelenggaraan Program Studi PPG.

Selain itu, perlu melakukan peningkatan kerja sama penyelenggaraan Program Studi PPG Bidang Studi Vokasi dan Bidang Studi Vokasi Khusus/Kolaboratif, dan peningkatan kualitas pembelajaran di era digital pada Program Studi PPG. (Tri Wahyuni)