Kemdikbudristek Perbaharui Kerja Sama dengan The Japan Foundation

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali memperbaharui kerja sama dengan The Japan Foundation (JF). Kerja sama tersebut telah berakhir sejak akhir 2021 lalu.

Penandatanganan kerja sama dilakukan secara hybrid oleh Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti di Indonesia dengan Vice President The Japan Foundation, Suzuki Masayuki di Jepang pada Selasa (12/7/22).

Suharti mengemukakan, kerja sama dengan JF yang terjalin sejak 2014 harus dilanjutkan, seiring besarnya manfaat yang diterima Indonesia, terutama bagi guru, peserta didik dan sekolah.

“Kerja sama selama ini dalam bentuk peningkatan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia melalui berbagai praktik dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi promosi pendidikan dan bahasa Jepang di Indonesia lewat dukungan bagi guru dan pelajar bahasa Jepang, pendampingan bagi pendidik, pengembangan dan penyediaan kursus daring bahasa Jepang.

“Selain ada juga promosi pertukaran seni dan budaya di antara kedua negara melalui kegiatan pentas seni budaya, film, seni visual, dan kegiatan lainnya,” kata Suharti.

Sebagai informasi, The Japan Foundation adalah badan internasional (Badan Administrasi Berbadan Hukum) yang berdiri di Indonesia sejak 1970 dibawah kelola Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kegiatan The Japan Foundation di Indonesia meliputi pelatihan guru bahasa Jepang, penelitian buku pelajaran bahasa Jepang, saling kunjung tenaga ahli, uji kemampuan bahasa Jepang, lomba pidato jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, kursus bahasa Jepang, serta pertukaran seni dan budaya kedua negara.

Salah satu kegiatan The Japan Foundation di Indonesia yang rutin dilaksanakan adalah pengiriman Mitra Nihongo (Nihongo Partners) yang merupakan relawan asal Jepang. Para relawan ini ditugaskan di sekolah menengah di Indonesia untuk membantu guru lokal bahasa Jepang dan peserta didik dalam pembelajaran bahasa Jepang.

Bagi peserta didik, program Mitra Nihongo bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan semangat belajar tentang budaya dan bahasa Jepang secara langsung dari penutur jati.

“Guru jadi terbantu dalam membuat materi pembelajaran dan proses belajar mengajar, selain juga bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang. Sehingga citra positif sekolah juga meningkat. Kehadiran relawan Mitra Nihongo menarik minat masyarakat untuk mendaftar di sekolah itu,” kata Suharti menandaskan. (Tri Wahyuni)