Kemdikbudristek Siapkan Tim Robotik ke Kontes ABU Robocon di China

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) tengah menyiapkan tim robotik untuk bertanding ke Kontes ‘Asia Pacific Broadcasting Union’ (ABU) Robocon di Jimo, China, pada Desember 2021.

Tim yang akan berangkat ke China adalah para pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat wilayah I dan II tahun 2021 yang digelar daring pada akhir September 2021. KRI 2021 diselenggarakan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi dalam siaran pers, Jumat (01/10/21) menjelaskan, KRI 2021 mempertandingkan 6 divisi lomba yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Selain itu, masih ada Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-Beroda), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid (KRSBI-Humanoid).

“Tim-tim terbaik pada masing-masing divisi dari setiap wilayah, nantinya akan melaju ke KRI tingkat Nasional pada 12-17 Oktober 2021,” ujar Asep.

Selanjutnya, juara pertama pada divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2021 akan terpilih mewakili Indonesia dalam ajang ABU Robocon pada Desember 2021 secara daring dari Jimo, China.

“Kami coba mengelaborasi agar karya terbaik dari robot ciptaan mahasiswa dapat mewakili Indonesia di kontes ABU Robocon 2021 di China,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan berbagai industri guna mengakuisisi robot karya mahasiswa untuk dikembangkan lebih jauh oleh pihak industri. Sehingga karya mahasiswa tersebut bermanfaat bagi industri tanah air.

Sebagai informasi, ABU Robocon merupakan kompetisi robot internasional tahunan yang diikuti mahasiswa dari negara Asia Pasifik. Sedangkan KRAI merupakan salah satu divisi yang ada pada Kontes Robot Indonesia (KRI).

Salah satu juri divisi KRAI, Djoko Purwanto mengatakan, tahun ini ada 19 tim KRAI dari perguruan tinggi yang lolos ke tingkat nasional. Seleksi akan memilih 2 tim terbaik yang akan mewakili Indonesia di ajang ABU Robocon 2021.

Kontes ABU Robocon 2021 mengangkat tema ‘Throwing Arrows into Pots’, di mana setiap robot diminta melemparkan anak panah ke sebuah pot.

“Saya yakin setiap tim akan berusaha mendapat skor tertinggi, siapa yang melempar anak panah dengan akurasi paling baik itulah yang jadi pemenangnya,” kata Djoko Purwanto.

Sejak tahun 2002, NHK Robocon berganti nama menjadi ABU Robocon yang disponsori oleh ABU sebagai organisasi penyiaran yang memiliki lebih dari 100 anggota stasiun televisi dari berbagai negara di dunia. Dalam hal ini, Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai anggota.

TVRI bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional untuk memfasilitasi keikutsertaaan Tim Robotik dari Indonesia agar dapat bertanding dalam kontes Internasional ABU Robocon ini.

Asep mengemukakan, 278 tim robot dari 107 perguruan tinggi telah bertanding di KRI Wilayah I dan KRI Wilayah II. Untuk KRI wilayah II diikuti 138 tim mahasiswa dari 53 perguruan tinggi. Rinciannya, divisi KRAI sebanyak 23 tim, KRSRI 42 tim, KRTMI 19 tim, KRSTI 18 tim, serta KRSBI Beroda 27 tim dan KRSBI-Humanoid 9 tim.

Berikut daftar pemenang KRI 2021 untuk wilayah II untuk Divisi Kontes Robot ABU Indonesia. Pemenang pertama diraih tim RIOT dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), posisi kedua diraih tim Maestro_Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan juara ketiga diraih tim Kopens dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Sementara itu, untuk desain terbaik diraih tim Kopens dan strategi terbaik diraih oleh tim Riot.

Untuk divisi Kontes Robot SAR Indonesia, juara pertama diraih tim Eilero dari PENS, juara kedua diraih tim Dome dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan juara ketiga diraih tim Dewayani dari Universitas Negeri Surabaya (Unnesa). Desain terbaik diraih tim Eilero dan strategi terbaik diraih tim Dewayani.

Sementara itu, pada divisi Kontes Robot Tematik Indonesia, juara pertama diraih tim Abhiyana dari UNY, juara kedua diraih tim Astro Unair dari Universitas Airlangga, dan juara ketiga diraih tim Rival dari ITS. Sedangkan strategi terbaik diraih tim Abhiyana.

Divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia, juara pertama diraih tim Vi-Rose dari ITS, , juara kedua diraih tim Azzahraly dari Unnesa, juara ketiga diraih tim Erisa dari PENS. Desain dan artistik terbaik diraih oleh tim Azzahraly.

Untuk divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda, juara pertama diraih tim Ersow dari PENS, juara kedua diraih tim IRIS dari ITS, dan juara ketiga diraih tim Gerhana Dewaruci dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Desain Terbaik diraih tim Ersow dan strategi terbaik diraih tim Gerhana Dewaruci.

Pada divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid, juara pertama diraih tim Ichiro dari ITS, juara kedua diraih tim Gandamana dari Unnesa dan juara ketiga diraih tim Ero dari PENS. Strategi terbaik diriah tim Al-‘Aadiyaat dari UNY.

Untuk kategori lomba lari, juara pertama diraih tim Gandamana, juara kedua diraih tim Aroc_Pl dari Politeknik Negeri Malang, dan juara ketiga diraih tim Eros. Kategori menggiring bola, juara pertama diraih tim Ichiro, juara kedua diraih tim Eros, dan juara ketiga diraih tim Gandamana.

Untuk kategori kerja sama robot, juara pertama diraih tim Ichiro, juara kedua diraih tim Eros, dan juara ketiga diraih tim Al-‘Aadiyat. (Tri Wahyuni)