Kemenkop Ajak Seluruh Koperasi Kembangkan Usaha Gunakan Sistem Digitalisasi

0

BANYUMAS – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengapresiasi terhadap koperasi yang telah memanfaatkan perkembangan teknologi (digitalisasi) dalam menjalankan usahanya.

Hal ini dinilai sebagai langkah maju yang dilakukan koperasi sebagai upaya mensejahterakan anggotanya. Dia pun meyakini seluruh koperasi yang ada, dapat mengikuti jejak koperasi yang lebih dulu menerapkan sistem digitalisasi.

Pernyataan itu, disampaikan Rully, sesaat setelah memberikan penghargaan terhadap 20 koperasi yang menjadi pelopor penggunaan teknologi digital, yang diserahkan pada acara Seminar Nasional dengan tema ‘Reformasi Toral di Era Revolusi Industri 4.0’, di Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019).

“Jadi pertanyaannya, sejauhmana koperasi bisa masuk dalam era itu? Jawabnya, saya yakin betul dan percaya koperasi bisa masuk. Karena, revolusi industri bisa melahirkan koperasi moderen yang dapat cepat berkembang serta menciptakan budaya baru,” ujar Rully, dalam acara yang dihadiri lebih dari seribu peserta ini.

Budaya baru yang dimaksudkan Rully, adalah budaya berkelompok yang membentuk kebersamaan. “Jadi esensinya, revolusi industri ini bisa menciptakan kebersamaan melalui kelompok. Seperti grup WA (whatsapp) dalam hidup bermasyarakat. Di situ dapat tercipta kebersamaan,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid mengatakan, dalam lima tahun belakangan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, telah bekerja keras menumbuhkan ekosistem ekonomi Pancasila, ekonomi gotong royong, termasuk di dalamnya ekonomi koperasi.

“Di Indonesia, kehadiran koperasi dipicu oleh penderitaan rakyat Indonesia selama 350 tahun akibat imperialisme dan kolonialisme yang munculnya kapitalisme global,” ujar Nurdin.

Dengan demikian, menurut dia, koperasi meruoakan ideologi ekonomi Indonesia. Sebagai ideologi, katanya, makaneksiatensi dan cita-cita koperasi harus terua diperjuangkan. “Itulah hakikat dari gerakan kita, yaitu gerakan koperasi Indoneaia,” ujar Nurdin menambahkan.

Dia juga berpandangan bahwa koperasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

“Dampak dari filosofi kehadiran eksistensi koperasi, adalah keadilan dan kesejahreraan berasama sebagai respons terhadap dampak buruk dati sistem kapitalisme yang dipicu oleh revolusi industri di Inggris abad ke-18,” katanya. (Gan)