Kemenkop Dorong Koperasi Lakukan Business Process Re-engineering

0

TANGERANG (Suara Karya): Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi di Tanah Air untuk melakukan Business Process Re-engineering (BPR). Dalam melakukan BPR antara lain dapat ditempuh dengan melakukan / perencaanaan, menyusun strategi, maupun efisiensi biaya.

Hal itu dikemukakan Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018 Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL) di Tangerang, Kamis (2/5/2019). RAT ini mengambil tema ‘Strengthening Digital Business Through Effective Organization’.

“Berjalannya era industri 4.0, meskipun KISEL sudah familier dengan teknologi informasi, dan tidak tergerus oleh arus teknologi, hendaknya dapat melakukan business process re- engineering,” kata Luhur dalam sambutannya.

Luhur mengatakan peran anggota koperasi sangat strategis dalam rangka mewujudkan keberhasilan pengembangan koperasi melalui Reformasi total Koperasi. Dikatakan reformasi sebagai upaya mewujudkan koperasi berkualitas, yakni koperasi yang mampu menjalankan kaidah bisnis dan mengimplementasikan prinsip koperasi secara konsisten.

Oleh karena itu, lanjut Luhur, koperasi perlu melakukan pendidikan anggota. Tidak hanya itu, identifikasi kebutuhan angggota juga penting, sehingga anggota sebagai pemilik dan pelanggan benar-benar mendapatkan manfaat dan kesejahteraan dari koperasi.

“Untuk itu, KISEL yang termasuk koperasi skala besar di Indonesia, hendaknya sudah mulai membuka wacana untuk meningkatkan jumlah anggota dan bagaimana meningkatkan partisipasi anggotanya terhadap pengembangan koperasi, permodalan dan usaha koperasi,” katanya.

Sementara untuk strategi pengembangan KISEL yang juga memiliki usaha dalam pelayanan infrastruktur telekomunikasi (telco infrastructur), yakni dapat membangun jaringan secara Corporate Cooperative, baik antar koperasi yang sejenis maupun yang berbeda jenis usahanya.

“Dengan terbentuknya corporate coorperative, diharapkan kedepan, KISEL yang telah memiliki 5 anak perusahaan, dapat lebih meningkat kinerjanya dan akan semakin kuat,” tegas Luhur.

Pada kesempatan yang sama, Head of Marketing Communications Group Telkomsel Irlamsyah Syam mencermati perkembangan bisnis yang dikelola KISEL. Ia meminta kepada jajaran pengurus dan pengelola untuk melakukan transformasi pengelolaan bisnis karena persaingan bisnis di bidang telekomunikasi sangat pesat dan ketat.

“Oleh karena itu, komitmen bersama, antara pengurus, pengelola dan anggota hendaknya perlu diperkuat, sehingga KISEL dapat tetap tumbuh dan berkembang serta mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” pungkas Irlamsyach.

Selain itu, lanjut dia, juga perlu melakukan efisiensi biaya. Ia mengatakan biaya-biaya yang tidak penting agar dialihkan untuk memperkuat modal usaha. Syam meminta supaya anak perusahaan yang ada juga perlu dibenahi, sehingga secara perlahan akan mandiri dan berkembang.

“Kalau anak perusahaan bisa mandiri, maka KISEL dapat mengembangkan bisnis lainnya yang benar-benar dapat dirasakan oleh anggota,” ujar Syam. (Gan)